"Tentunya, dalam waktu segera, Menteri Luar Negeri pasti akan mendalami persoalan ini. Apakah betul bahwa yang bersangkutan adalah warga Indonesia berpaspor Indonesia, karena diduga wanita (itu) bersama dengan (wanita, red) Vietnam," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/2/2017).
Meski demikian, kata Pramono, hingga hari ini belum ada kepastian apakah wanita tersebut WNI atau bukan. Pramono juga mengatakan, jika memang wanita tersebut adalah WNI, pemerintah Indonesia akan mendalami lebih lanjut kasus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siti Aishah, begitulah media massa luar negeri mengabarkan nama wanita Indonesia yang dimaksud. Di Indonesia, tersiar kabar soal paspor Siti Aisyah. Identitasnya sama, yakni kelahiran Serang, Banten, 11 Februari 1992.
Siti diduga bersama seorang wanita berpaspor Myanmar menghabisi nyawa Jong-nam. Awalnya Jong-Nam berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur karena hendak ke Makau. Namun dia merasa disekap dari belakang.
Kemudian dia merasa pusing dan dibawa ke klinik Bandara, namun nyawanya melayang saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Putrajaya.
Media Korea Selatan, TV Chosun, menyebut Jog-nam diracuni dengan jarum suntik oleh dua wanita. Pada 15 Februari, seorang perempuan berpaspor Vietnam (sebelumnya ditulis Myanmar, red) ditangkap di Bandara itu. Perempuan kedua ditangkap pada 16 Februari pukul 02.00 waktu setempat. Usut punya usut, perempuan kedua ini berpaspor Indonesia atas nama Siti Aisyah asal Serang, Banten, lahir 11 Februari 1992. (rjo/dnu)










































