"Melihat hasil tersebut, pasangan calon Wahidin–Andika dan pasangan Rano-Embay bersaing kuat dalam kisaran margin of error 1 persen. Selisih suara antara pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy dengan pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarif sebesar 0,53%, sehingga belum bisa disimpulkan siapa pemenang pilkada provinsi Banten," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dalam keterangan tertulis, Kamis (16/2/2017).
"Dengan selisih yang berada dalam kisaran margin of error 1 persen masih sangat memungkinkan hasilnya akan berbeda dengan hasil real count KPU Provinsi Banten. Untuk menentukan siapa pemenang pilkada Banten harus menunggu keputusan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten," imbuhnya.
Hitung cepat Indo Barometer dilakukan di 300 TPS dari 16.540 TPS yang tersebar di 8 kabupaten/kota di provinsi Banten. Total pemilih yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) pilkada Banten 2017 sebanyak 7.955.282 orang.
Tingkat kesalahan (margin of error) hasil hitung cepat ini sebesar ± 1 persen pada tingkat kepercayaan (confidence level) sebesar 99 persen. Metode penarikan sample dengan multistage random sampling.
Dari hasil quick count Indo Barometer pada pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Provinsi Banten 15 Februari 2017, pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy memperoleh suara sebesar 50,53 persen dan pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarif memperoleh suara sebesar 49,47 persen dengan total suara masuk sebesar 100 persen. Dalam Pilkada Banten 2017 ini, suara tidak sah sebesar 2,76 persen dan tingkat partisipasi suara (Vote Turn Out) sebesar 62,5 persen. (azf/tor)











































