Wastinah (55), warga RT 01 RW 12 Kecamatan Bukit Duri, menceritakan bahwa air datang sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Walau sempat surut, banjir kembali datang. Wastinah mengatakan, sekitar pukul 03.00 WIB, listrik di sekitar lokasi padam.
"Banjirnya dari kemarin, jam 02.00 WIB, udah enak, tahu-tahunya air 'assalamualaikum' lagi, masuk lagi. Kagak permisi, nggak apa," ujar Wastinah, yang bercerita dengan logat Betawi yang kental, Kamis (16/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah Wastinah terletak sekitar 10 meter dari bantaran Kali Ciliwung. Saat ini, rumah Wastinah dan beberapa tetangganya masih terendam air dengan ketinggian sekitar 50 cm.
Dia bercerita banjir semalam sempat mencapai ketinggian sekitar 2 meter. Namun dia memilih tidak mengungsi. Dia pun mengaku tidak takut jika ada banjir susulan karena persoalan itu dinilai sebagai cerita lama.
"Nggak mau ah, mending di sini. Entar rumah kita ada yang gotong. Tetep di sini aja. Susulan udah biasa, lagu lama itu," selorohnya sambil tertawa.
Wastinah pun mengatakan belum mendapatkan bantuan. Namun dia tahu sudah ada beberapa bantuan yang disalurkan ke pengungsian.
"Bantuan belum ada yang ke rumah. Maunya sih bangsa makanan, duit, beras gitu lho," tuturnya.
Pantauan detikcom, saat ini warga yang rumahnya masih terdampak banjir sedang berusaha membersihkan lumpur. (gla/imk)











































