Unggul di Putaran Pertama, Djarot: Kami Nggak Menyangka

Unggul di Putaran Pertama, Djarot: Kami Nggak Menyangka

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 16 Feb 2017 15:49 WIB
Unggul di Putaran Pertama, Djarot: Kami Nggak Menyangka
Djarot saat mencoblos (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Pasangan cagub-cawagub Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, lolos ke putaran kedua Pilgub DKI bersama Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno. Djarot mengatakan perjuangannya belum selesai.

"Oh, perjuangan belum selesai. Tapi kita senang loh. Artinya apa, meskipun ditekan seperti itu dengan berbagai macam, mulai Desember, November, luar biasa seperti itu, tapi kita masih unggul. Kami nggak nyangka," kata Djarot di gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2017).

Djarot mengakui sudah memprediksi bakal ada Pilkada putaran kedua. Tapi dia menduga tidak bakal ada di posisi pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya prediksi kami itu pasti ada putaran kedua. Kalau putaran pertama sulit. Tapi prediksi kami tidak unggul, paling nomor dua. Waktu itu banyak memprediksi habis kita, sampai diprediksi urutan ketiga," kenang dia.

Djarot bersyukur dirinya bersama Ahok bisa lolos. Apalagi masyarakat Jakarta tidak terpengaruh kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Ahok.

"Tetapi alhamdulillah, ternyata rakyat Jakarta sudah pada cerdas, sudah pada bisa menentukan pilihannya dan tidak terlampau terpengaruh dengan masalah-masalah seperti itu," urainya.



Politikus PDIP itu juga menyampaikan apresiasinya karena tingkat partisipasi masyarakat juga tinggi. Meski begitu, Djarot juga membenarkan bahwa masih banyak warga yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Kedua, kita memberikan apresiasi karena tingkat partisipasinya lebih tinggi dari 2012, hampir 80 persen. Belum lagi seumpama kita sigap bahwa mereka-mereka yang tidak masuk DPT bisa menggunakan hak pilihnya, karena banyak yang tidak masuk DPT tapi dia tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena keterbatasan surat suara," ujar dia. (ams/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads