Pengamatan detikcom, Kamis (16/2/2017), air yang menggenangi jalan utama di kawasan Bukit Duri sudah surut. Sampah-sampah yang terbawa banjir juga sudah dibersihkan dan dikumpulkan di pinggir jalan.
Banjir di jalan utama di Bukit Duri surut.(Bartanius Dony/detikcom) |
Namun ada beberapa rumah warga yang masih digenangi air akibat luapan Kali Ciliwung itu. Hal ini terjadi karena lokasi rumah warga yang terletak di gang sempit sehingga pompa penyedot air tidak dapat masuk ke rumah mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun beberapa rumah masih terendam. (Bartanius Dony/detikcom) |
Menurut dia, genangan air di rumahnya surut sekitar 5 jam setelah banjir di jalan utama surut. Apalagi, kata dia, pompa penyedot air tidak bisa masuk ke sekitar rumahnya. "Saya sudah bilang tapi nggak bisa (disedot), katanya mesin pompanya nggak cukup," ungkapnya.
Kepala BPBD DKI Jakarta Hisein Murad mengatakan banjir di Kampung Melayu ini terjadi karena sheet pile yang belum terpasang semua. Pemasangan sheet pile merupakan bagian dari program normalisasi Kali Ciliwung. "Jadi kalau Ciliwung selesai dinormalisasi, dipasang sheet pile semua, ini nggak kejadian begini," ujar Husein di wilayah Bukit Duri. (brt/aan)












































Banjir di jalan utama di Bukit Duri surut.(Bartanius Dony/detikcom)
Namun beberapa rumah masih terendam. (Bartanius Dony/detikcom)