"Ini realitas yang harus dihadapi. Tentunya kita sudah berjuang dengan sangat maksimal, berdoa dan beribadah juga tidak putus. Pasti ada hikmahnya di balik semua ini. Ada rencana Allah yang lebih baik untuk Mas Agus, Mpok Sylvi, dan keluarga. Semua doa itu kan dikabulkan, hanya waktunya yang nggak tahu kapan," ujar Annisa di Wisma Proklamasi, Jalan Proklamasi Nomor 41, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017).
Annisa hanya ingin berprasangka baik atas hasil sementara yang telah keluar. Dia mengatakan dari awal Agus telah berani terjun ke dunia politik sehingga tahu apa risiko yang akan dihadapi suami tercintanya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Annisa tak mau berandai-andai soal rencana Agus ke depan. Dia berkata dirinya dan Agus akan menelaah lebih lanjut apa yang akan dilakukan.
"Kita masih perlu mencerna dulu, menata hati. Kita juga belum, apa namanya, baru dengar quick count hari ini. Jadi untuk rencana ke depannya dipikirkan lagi, direncanakan lagi," ungkapnya.
Annisa mengatakan apa pun yang dilakukan Agus semata-mata hanya sebuah bentuk kecintaannya kepada bangsa Indonesia. Ini karena latar belakang Agus dan keluarga sebagai prajurit.
"Tapi, yang pasti begini, apa pun rencana oleh Mas Agus dan keluarga kami, keluarga Mas Agus adalah prajurit, Mas Agus adalah prajurit. Jiwanya sampai kapan pun begitu dan keluarganya pun begitu. Keluarga kami juga keluarga prajurit. Prajurit itu di hatinya adalah NKRI dan pengabdian," jelas Annisa.
"Apa pun yang kami lakukan ke depannya, pastinya untuk Indonesia, pastinya bentuk pengabdian untuk NKRI, untuk Indonesia. Yang kami lakukan saat ini juga untuk Indonesia, untuk Jakarta. Mungkin bukan saatnya sekarang. Ladangnya masih luas, kemudian kita bisa berikan pengabdian di mana saja. Minta doanya, niat kami baik," ucapnya. (gbr/dhn)











































