Dari real count KPU di situs resmi, Rabu (15/2/2017) pukul 23.20 WIB, sudah ada data dari 1.042 tempat pemungutan suara yang masuk dari keseluruhan TPS, yaitu 13.121. Data itu dalam bentuk persen, yaitu sebesar 7,94 persen.
Penghitungan suara sementara itu menempatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di posisi pertama, menyusul Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dan urutan terakhir Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Screenshot pilkada2017.kpu.go.id |
Berikut hasilnya:
1. Ahok-Djarot: 42,73%
2. Anies-Sandiaga: 41,22%
3. Agus-Sylviana: 16,05%
Hasil itu sementara didapatkan dari jumlah pemilih 564.941 dengan jumlah pengguna hak pilih 427.243. Untuk surat suara yang sah terhitung 416.527 dengan surat suara tidak sah mencapai 5.462.
Foto: Screenshot pilkada2017.kpu.go.id |
Real count atau Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) ini, menurut Ketua KPU DKI Sumarno, hanya akan dijadikan informasi. Hasil dari Situng ini bukan hasil resmi KPU karena hasil resmi akan ditentukan berdasarkan penghitungan secara rekapitulasi.
"Apa pun nanti hasilnya cukup dipegang sebagai informasi saja," ujar Sumarno di Bina Karna Auditorium, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017).
"Jadi hasil resmi ditentukan berdasarkan penghitungan secara rekapitulasi yang jadwalnya sudah pernah saya terangkan," imbuhnya.
Jadwal tersebut merujuk pada jadwal rekapitulasi yang dikeluarkan oleh KPU DKI. Dengan perincian, pada tanggal 16-22 Februari rekapitulasi di tingkat kecamatan selama satu minggu, kemudian 22-25 Februari rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota, dan 25-27 Februari di tingkat provinsi.
Menurut Sumarno, penghitungan suara resmi yang akan dikeluarkan oleh DKI akan diketahui dalam waktu dua minggu. Dia menyebut bahwa hasil dari Situng akan digunakan sebagai data pembanding kepada masyarakat. (dhn/erd)












































Foto: Screenshot pilkada2017.kpu.go.id
Foto: Screenshot pilkada2017.kpu.go.id