DetikNews
Rabu 15 Feb 2017, 21:29 WIB

PDIP: Kepercayaan Rakyat di Putaran Satu Jadi Modal Putaran Kedua

Nathania Riris Michico - detikNews
PDIP: Kepercayaan Rakyat di Putaran Satu Jadi Modal Putaran Kedua Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Hasil hitung cepat (quick count) Pilgub DKI 2017 dari beberapa lembaga survei sudah selesai dilakukan. Pasangan cagub-cawagub nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno diprediksi masuk putaran kedua Pilgub DKI.

PDIP sebagai salah satu partai pendukung Ahok-Djarot sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi putaran kedua Pilgub DKI 2017. Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, kepercayaan rakyat yang masih memilih pasangan petahana tersebut menjadi modal penting pada putaran kedua nanti.

"Kami punya strategi membangun optimisme berdasarkan pengalaman hari ini. Kalau kita lihat penghadangan yang ditujukan pada Pak Ahok dan Pak Djarot ini kan begitu besar, tapi ternyata rakyat memberikan sebuah kehormatan bagi Pak Ahok dan Pak Djarot dengan memenangkan di putaran pertama ini. Sehingga ini jadi modal politik yang sangat baik untuk merancang strategi pemenangan pemilu putaran kedua," kata Hasto di kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Kebagusan IV, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017).

"PDIP kan namanya saja perjuangan, kita punya napas perjuangan yang berbeda," lanjutnya.



Untuk putaran kedua nanti, Hasto berharap para relawan dan partai pendukung Ahok-Djarot merapatkan barisan untuk membentuk strategi pemenangan Ahok-Djarot. Dia juga ingin tidak ada lagi warga DKI yang dihalang-halangi saat akan memberikan hak suaranya.

"Akan kita efektifkan, kemudian memantapkan barisan dengan seluruh partai pengusung dengan para relawan. Dan kita membentuk seperti tim bersama yang akan betul-betul mencermati seluruh strategi dari hari ke hari untuk menghadapi putaran kedua tersebut," sebut Hasto.

"Tapi yang terpenting bagaimana jaminan terhadap hak konstitusi warga negara harus kita penuhi. Hak konstitusional warga negara tidak boleh terhalang oleh aspek-aspek teknis pemilu," tutupnya.
(nth/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed