"Sebagaimana yang kita ikuti bersama, ada tujuh lembaga survei untuk melakukan quick count. Dari tujuh itu, ada dua lembaga survei yang tadi sama-sama telah kita dengarkan hasil quick count mereka, selisih perolehan suara di bawah 1% dengan margin of error 1%, membuat lembaga ini tidak mendeklarasikan opini siapa menang-kalah," kata Basarah di rumah pemenangan di Modernland, Kota Tangerang, Rabu (15/2/2017).
Menurut Basarah, tim pemenangan pasangannya juga melakukan proses pemantauan yang dilakukan oleh lembaga survei sendiri dan proses penghitungan oleh KPU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, hasil real count yang dilakukan tim internal terhadap delapan kabupaten dan kota, menurut Basarah, menunjukkan keunggulan. Di Kabupaten Tangerang, menurutnya, mendapatkan 70,5%, Cilegon 61,38%, Kota Serang 57%, Kota Tangerang 30%, dan Tangsel 49,72%. Namun, ujarnya, ini belum termasuk Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang.
"Dengan demikian, berdasarkan real count KPU dan real count internal, secara teoretis kami bisa memastikan optimistis sampai dengan detik ini pasangan nomor urut 2 mendapatkan kepercayaan lebih unggul. Namun kami menghormati sepenuhnya semua proses penghitungan oleh berbagai instansi, baik oleh lembaga survei dengan selisih di bawah 1 persen," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Basarah juga meminta kepada jajaran timnya untuk mengawal seluruh tahapan penghitungan manual yang nanti akan dilakukan KPU. (bri/rvk)











































