Semangat 100 Kali Lipat Warga Bongkaran Kampung Akuarium di TPS

Semangat 100 Kali Lipat Warga Bongkaran Kampung Akuarium di TPS

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Rabu, 15 Feb 2017 12:52 WIB
Semangat 100 Kali Lipat Warga Bongkaran Kampung Akuarium di TPS
Aktivitas di TPS 16 dan 17 Kampung Akuarium (Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Jakarta - Orang-orang memicingkan mata di bawah sinar matahari 15 Februari. Sebagian dari mereka memegang payung melindungi diri dari terik saat puncak pesta demokrasi di Ibu Kota ini.

Meski gerah, Dharma Diani tetap bersemangat. Dia adalah warga Kampung Akuarium. Rumahnya telah dibongkar oleh Pemerintah Provinsi DKI, namun dia memilih bertahan dan menolak direlokasi ke rumah susun. Kini dia menggunakan hak politiknya memilih pemimpin Jakarta.

Dharma melangkah 100 meter dari tempat tinggalnya, bedeng di puing bongkaran Kampung Akuarium, menuju tempat pemungutan suara (TPS) di seberang Museum Bahari, Jl Pasar Ikan, Jakarta Utara. Tak hanya Dharma, warga-warga yang menolak direlokasi dari Kampung Akuarium juga berjalan menuju bilik suara. Sebagian bahkan ikut mengawal jalannya pemilihan di TPS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikcom di TPS 16 dan TPS 17, Kampung Akuarium, Rabu (15/2/2017) pukul 11.15 WIB, beberapa warga duduk di depan TPS. Mereka mengembangkan payung sambil duduk mengawasi jalannya pemilihan di TPS. Dia menggantungkan harapan pada gubernur terpilih untuk kampung yang sudah dia tempati sejak lahir ini.

"Seratus kali lipat semangat (pemilihan). Untuk gubernur terpilih harapannya, untuk siapa pun, penginnya bagi kami korban gusuran kami ingin kampung kami dikembalikan dan direhabilitasi," ujar Dharma ketika ditemui detikcom.

 Semangat 100 Kali Lipat Warga Bongkaran Kampung Akuarium di TPS  Aktivitas di TPS 16 dan 17 Kampung Akuarium (Cici Marlina Rahayu/detikcom)


Kali ini dia tidak melakukan pemilihan di dalam kampungnya. TPS tempatnya melakukan pencoblosan seperti Pilgub tahun-tahun sebelumnya sudah tidak ada. TPS yang digunakannya kini digabung dengan RT lain.

"Kami biasanya di dalam ada dua TPS ya. Sekarang ini kami jadi dicampur sama RT lain," ucapnya.

"Saya di sini tanggung jawab moral aja, dari pribadi, penginnya sampai sore di sini lihat ini," sambungnya.

Warga Kampung Akuarium lainnya, yakni Dewi Sri Widianingsih, mengaku memang sedari awal ingin menggunakan hak suaranya. Dia ingin pemimpin Jakarta nanti berkomitmen melindungi rakyat kecil. "Termasuk yang digusur," kata Dewi.

 Semangat 100 Kali Lipat Warga Bongkaran Kampung Akuarium di TPS  Aktivitas di TPS 16 dan 17 Kampung Akuarium (Cici Marlina Rahayu/detikcom)


Dewi sudah 31 tahun tinggal di Kampung Akuarium, karena dulu mengikuti orang tuanya. Kini tempat tinggalnya telah dibongkar, namun Dewi tak mau pindah ke rumah susun. Daripada menyepakati relokasi ke rusun, dia lebih ingin kampungnya dibangun dengan lebih tertata.

"Utamanya ingin direhabilitasi dan ada keadilan. Soalnya selama ini mengadu ke mana-mana cuma basah sama air mata saja," tutur Dewi.

Ketua TPS 16, Penjaringan, Jakarta Utara, Royani mengatakan antusiasme warga memang terasa nyata. Dia juga mengungkapkan harapannya agar pemilihan hari ini berjalan lancar dan tidak ada halangan.

"Ya masih lumayan banyak yang datang, sudah setengah dari total DPT 502, sekitar 200 sampai 300 yang sudah datang, dari Kampung Akurium jumlah DPT ada 200, hanya tadi ada yang mau pilih memakai KTP baru satu orang mendaftar," ucap Royani sejam menjelang tengah hari.

"Nanti jam dua belas kita tunggu untuk yang pakai KTP, harapannya semuanya, biar nggak ada masalah biar kita cepat kelar, tidak ada halangan dan rintangan," sambungnya.

Dharma, Dewi, dan warga bongkaran Kampung Akuarium lainnya memang tinggal di bedeng. Namun mereka tetap mendapatkan C6, yakni surat pemberitahuan untuk mencoblos. Namun tak semua dengan mudah menyalurkan hak suaranya.

Berpartisipasi dan ceritakanlah TPS menarik dan unik di tempat Anda. Anda dapat mengirimkan foto dan informasi via pasangmata.com atau e-mail ke redaksi@detik.com. Jangan lupa sertakan nomor telepon Anda agar kami dapat menggali cerita menarik yang Anda kirimkan. (dnu/imk)


Berita Terkait