"Tentu saya mengatakan bahwa ini adalah pesta demokrasi milik kita semua, termasuk kita semua memiliki hak untuk mengawasi proses pemungutan suara ini, baik di TPS maupun saat penghitungan suara," ujar Agus setelah mencoblos di Cibeber, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017).
"Dan harapannya, seluruh warga Jakarta dapat menyongsong pesta demokrasi dengan sebaik-baiknya, dengan kematangan, dengan sebuah sikap dan baik dan bijak. Sehingga, apa pun hasilnya, semua bisa menerima dengan baik," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi tentunya dengan catatan, kita harus mencegah dan melawan segala bentuk kecurangan yang memang menabrak aturan perundang-undangan," tuturnya.
Agus berkata dia akan siap menerima apa pun hasil yang diterimanya. Baik menang maupun kalah.
"Ya, pasti itu realitas dalam hidup, tak perlu dipersoalkan. Yang penting saya menghilangkan andai-andai jika terjadi A atau B, saya ingin fokus terhadap perjuangan yang saya mulai dan diakhiri pemungutan suara. Mudah-mudahan hasil terbaik bagi saya pribadi, untuk keluarga besar dan juga untuk seluruh warga Jakarta yang menginginkan perubahan dan yang menitipkan harapan besar, mimpi besar kepada Agus-Sylvi," ujarnya.
Terakhir, Agus berkata dia optimistis menatap pemilihan Gubernur Jakarta. Namun, sekali lagi, dia tak mau berandai-andai.
"Sekali lagi saya optimis. Pertama, saya tak ingin bicara apa pun untuk yang kita tidak ketahui hari ini. Ini akan kita bahas setelah kita tahu hasilnya seperti apa," tandasnya.
Berpartisipasi dan ceritakanlah TPS menarik dan unik di tempat Anda. Anda dapat mengirimkan foto dan informasi via pasangmata.com atau e-mail ke redaksi@detik.com. Jangan lupa sertakan nomor telepon Anda agar kami dapat menggali cerita menarik yang Anda kirimkan. (gbr/imk)










































