Polisi Gandeng BKSDA Usut Kasus Orangutan Dibunuh dan Dimasak

Polisi Gandeng BKSDA Usut Kasus Orangutan Dibunuh dan Dimasak

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 15 Feb 2017 08:57 WIB
Polisi Gandeng BKSDA Usut Kasus Orangutan Dibunuh dan Dimasak
Foto: Istimewa
Jakarta - Polisi segera mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap pembantaian keji orangutan oleh pekerja perkebunan sawit di Kapuas, Kalimantan Tengah. Saksi-saksi juga akan dimintai keterangan.

"Langsung ditangani. Tentu ini merupakan suatu tugas dan tangggung jawab," kata Kapolres Kapuas AKBP Jukiman Situmorang saat dihubungi detikcom, Selasa (14/2/2017).

Polisi akan memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap kasus ini. Barang-barang bukti masih dikumpulkan. "Kemudian barang buktinya juga terkait dengan senapan angin, barang-barang yang dijadikan untuk melukai atau membunuh orangutan itu kan harus kami temukan dulu," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jukiman menambahkan pihaknya harus berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam proses penanganan ini.

Menurut Jukiman, dibutuhkan pendekatan yang lebih soft dalam menangani perkara ini. "Memang butuh penanganan yang lebih soft, karena masyarakat di sana itu kan masih jauh dari suatu pemahaman hukum yang benar soal satwa dilindungi. Karena dari info awal kami, orangutan ini masuk ke pemukiman ya, kemudian melakukan pengrusakan kelapa sawit," ujarnya.

Karena itu, kata dia, perlu disarankan kepada pemerintah terkait dengan masyarakat yang berjibaku dengan satwa-sawa dilindungi yang merusak tanaman mereka tersebut. "Sebenarnya mereka nggak mau membunuh. Tapi (satwa itu) merusak, melukai. Jadi harus ada juga solusi yang diberikan pemerintah terkait dengan alat-alat perangkap, sehingga bisa dihindari membunuh itu," tuturnya.

Baca juga: Menteri LHK soal Pembantaian Orangutan: Jangan sampai Dihukum Ringan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyesalkan pembunuhan dan pembantaian terhadap orangutan. Siti meminta agar pelaku jangan sampai dihukum ringan. Selain mengecam, Siti akan melakukan langkah nyata dengan mengirimkan tim ke lokasi. Tim akan mengecek mengenai konsesi sawit dan pelanggaran hukum pembunuhan binatang yang dilindungi.

(idh/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads