"4.450 Personel (polisi). Kemudian BKO dari TNI hampir 2.000. Rekan-rekan TNI yang mengamankan di rawan dua. BKO dari Polda Jabar 120, BKO dari Polda Bali 100, Maka Brimob Kelapa Dua 101. Itu diperuntukkan di daerah-daerah rawan 2," papar Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, saat dihubungi detikcom, Selasa (14/2/2017).
Polisi mengkategorikan daerah yang melaksanakan pilkada menjadi rawan satu dan rawan dua. Karena itu, penguatan personel dilakukan baik dari unsur personel perbantuan atau bawah kendali operasi (BKO) maupun dari TNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, polisi meminta kepada para tim sukses maupun pasangan calon yang ikut pilkada untuk tidak melakukan provokasi apapun hasil rekapitulasi. "Imbauan yang perlu disampaikan kepada tim sukses dan calon-calon ini ketika besok setelah rekapitulasi, didapatkan hasil yang mungkin tidak memuaskan jangan sampai jadi provokasi masyarakat di bawah," ujarnya.
Kamal mengatakan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw dan jajaran polda kemarin sudah memantau pengamanan sera persiapan di Kabupaten Lanny Jaya dan lanjut ke Wamena. "Besok (hari ini-red) kami Tolikara. Di Puncak Jaya ada di Wakapolda Brigjen Agus Rianto untuk bantu Kapolres, penguatan-penguatan," ujarnya.
Sebanyak 11 kabupaten/kota di Papua yang melaksanakan Pilkada serentak adalah Kota dan Kabupaten Jayapura, Mappi, Sarmi, Tolikara, Nduga, Intan Jaya, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Dogiai, dan Kabupaten Kepulauan Yapen. (idh/aan)










































