"Hari ini rapat bersama. Intinya bahwa pilkada Banten siap dilaksanakan untuk penyelenggaraannya, baik logistik, pemilihannya, maupun kondisi di TPS. Tidak ada keraguan pilkada besok siap dilaksanakan sesuai dengan harapan masyarakat," kata Ketua KPU Banten Agus Supriyatna kepada wartawan di kantor KPU Banten, Kota Serang, Selasa (14/2/2017).
Hadir dalam rapat terakhir koordinasi persiapan pilkada Banten antara lain Agus Supriyatna, Ketua Bawaslu Banten Pramono U Tantowi, KPU tingkat kabupaten dan kota, Panwaslu kabupaten dan kota, perwakilan Polda Banten, BIN, serta perwakilan dinas kependudukan dan catatan sipil se-Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya bahwa mereka akan dilayani hak politinya. Yang ada di rutan dan RS, kalau memang dia pemilih, bisa menunjukkan formulir A5 pemilih," katanya.
Agus juga mengumumkan kepada masyarakat yang tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) agar menggunakan hak pilihnya pada pukul 07.00 sampai 12.00 WIB. Dan bagi yang tidak terdaftar di DPT tapi menggunakan e-KTP dan surat keterangan agar menggunakan hak pilih pada pukul 12.00 sampai 13.00 WIB di domisili masing-masing.
KPU Banten, menurut Agus, menargetkan partisipasi pemilih di Banten sebanyak 77,5 Persen. Ini sebagaimana diamanatkan oleh KPU Republik Indonesia.
"Kita optimis penyelenggaraan pilkada tahun ini partisipasi warganya di angka 77,5%. Ini di atas pilkada sebelumnya, pada 2011, yang hanya di angka 62%," kata Agus.
Sementara itu, Pramono U Tantowi mengatakan pihaknya sudah mengerahkan berbagai upaya untuk menekan politik uang pada pilkada Banten kali ini. Apalagi, menurutnya, Tim Saber Politik Uang sudah disebar di seluruh kabupaten dan kota.
"Kita sudah melakukan langkah menciptakan suasana berbeda. Kalaupun terjadi politik uang, tidak semasif dan amburadul pada zaman dulu. Seolah-olah tidak ada pengawas dan politik uang," kata Pramono. (bri/erd)











































