Wali kota yang akrab disapa Hendi itu mengatakan, saat mengetahui ada kejadian banjir di dekat BKT, dia segera berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum untuk menghidupkan pompa dan membuang air yang menggenang ke laut.
"Ketersediaan pompa di kala musim hujan sangatlah penting. Dan saya harus memberikan apresiasi kepada para petugas pompa yang sudah bekerja 24 jam guna memastikan pompa portable berfungsi dengan optimal," kata Hendi, Selasa (14/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan Hendi berfoto dengan salah satu petugas bernama Yoyok, kemudian mengunggahnya di akun Instagram sebagai bentuk apresiasi.
"Ini Yoyok, Operator Pompa Penyedot Banjir dan Rob di Jl Raya Kaligawe -- mari beri apresiasi sedulur-sedulur yang terus bergantian menjaga pompa penyedot air terus menyala 24 jam," tulis Hendi dalam caption-nya.
Foto: Dok. Istimewa |
Terkait langkah jangka panjang menangkal banjir di lokasi tersebut, Hendi menjelaskan saat ini kegiatan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai dilakukan dan masuk tahap lelang.
"Dengan peninggian Kali Tenggang dan penutupan muara di Kali Sringin, yang akan dilelangkan dalam waktu dekat, dipastikan banjir dan rob bisa berkurang," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, BKT Kota Semarang meluap hari Senin (13/2) malam kemarin dan menerjang perkampungan di sekitarnya, termasuk ruas Jalan Raya Kaligawe.
Air mulai surut dari jalanan sejak pagi tadi, namun beberapa perkampungan, seperti di Kelurahan Kaligawe dan Sawah Besar, masih tergenang.
Dari informasi yang dihimpun, pompa penyedot air yang diaktifkan Pemkot Semarang bisa mengurangi air yang menggenang, khususnya di jalan. Jika tidak hujan, diperkirakan air sudah surut. (alg/fdn)












































Foto: Dok. Istimewa