"Angka suket, ini ketok palu (soal) suket. Kalau hari ini tidak dijumpai forum seperti ini, akan liar nanti angkanya," kata Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan kepada wartawan di KPU Banten seusai rapat koordinasi, Selasa (14/2/2017).
Hadir dalam rapat terakhir koordinasi persiapan pilkada Banten antara lain Ketua KPU Banten Agus Supriyatna, Ketua Bawaslu Banten Pramono U Tantowi, perwakilan KPU tingkat kabupaten dan Kota, Panwas kabupaten dan kota, perwakilan Polda Banten, BIN, serta dinas kependudukan dan catatan sipil se-Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka itulah yang harus menjadi kesepakatan. Kebetulan LO dari dua paslon hadir dan tidak ada persoalan," ia menjelaskan.
Nata meyakinkan kepada masyarakat bahwa pilkada Banten akan berjalan lancar dan aman dan menghasilkan pemimpin yang kredibel.
Sebelumnya, saat pembahasan rapat terakhir persiapan pilkada Banten ini, Nata menginginkan angka pasti pemilih di Banten yang menggunakan suket. Apalagi di tengah masyarakat ada kesimpangsiuran jumlah pemilih yang menggunakan suket, yang rawan menimbulkan perbedaan data.
Sebelumnya, rapat yang dilakukan oleh Bawaslu, KPU Banten, Panwas, dan dinas dukcapil pada Senin (13/2/2017) menghasilkan angka 14.832 pemilih yang berpotensi menggunakan suket. Jika dibandingkan dengan angka yang disepakati hari ini, angka pemilih yang menggunakan suket yang ditetapkan jauh meningkat. (bri/erd)











































