"JR Connexion adalah komitmen kuat PO (perusahaan otobus), pengembang, dan pemerintah. Hasil survei Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), paling tidak 70% dari teman-teman yang biasanya pakai mobil beralih dengan JR Connexion," tutur Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga.
Baca Juga: Tarif JR Connexion Rp 20 Ribuan, Menhub: Kalau Mobil Itu Tol Saja
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Grandyos Zafna/detikcom |
"Data dari 29 kota baru di wilayah Jabodetabek luasnya 36 ribu hektare. Survei BPTJ, 76% penghuni melakukan kegiatan transportasi ke Jakarta dengan menggunakan angkutan pribadi," papar Elly.
Untuk saat ini, imbuh Elly, ada 13 permukiman di Bodetabek dengan warga yang banyak komuter ke Jakarta yang dilayani dengan 17 unit bus. Pihaknya akan memfasilitasi hingga 100 bus karena banyak permintaan dari para pengembang di wilayah Bodetabek.
"Seratus bus yang sudah mengusulkan izin ke BPTJ. Dapat telepon dari pengembang, khususnya yang minta untuk dilayani. Banyak demand tentu dengan demand akan lebih banyak untuk operator," jelas Elly.
BPTJ menetapkan standar pelayanan minimal JR Connexion seperti ketepatan waktu, armada yang berpendingin udara, display jadwal real time, hingga TV. Targetnya, dengan JR Connexion ini, kemacetan berkurang dan kapasitas jalan relasi Jakarta-Bodetabek berkurang 50%.
"Di Cibubur 78% mau pindah. Mobil yang masuk ke jalan bisa hemat kapasitas jalan paling sedikit 50%. 2029 kalau ini dikembangkan terus akan banyak mengurangi," tuturnya.
BPTJ juga merencanakan membuat lajur khusus JR Connexion ini di jalan tol, seperti di Tol Jagorawi dengan contra flow. BPTJ akan bekerja sama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
"Akan perpendek waktu perjalanan. Rencana akan buat satu jalur khusus di jalan tol high occupancy vehicle lane dengan Badan Pengatur Jalan Tol. Badan Pengatur Jalan Tol banyak persiapan. Kalau sudah bisa, jalur khusus tapi contra flow Cibubur-Jakarta. Waktu perjalanan akan semakin pendek dengan begitu," tuturnya.
Baca Juga: Bus JR Connexion yang Layani Komuter Jabodetabek Meluncur
Bus JR Connexion akan melayani para komuter yang tinggal di kawasan perumahan Bodetabek menuju Jakarta. Bus JR Connexion akan berangkat dari permukiman, seperti Grand Wisata (Bekasi), Bintaro Jaya (Bintaro), Bumi Serpong Damai (Serpong), Zam-zam Park (Bogor), dan Kota Wisata (Cibubur). Bus ini hanya akan berhenti di pusat Kota Jakarta, di antaranya FX Senayan, Blok M, dan kawasan Sudirman.
Operator bus-bus JR Connexion ini adalah perusahaan otobus swasta, yakni PT Sinar Jaya Langgeng Utama, PT Wahana Trans, dan PT Royal Wisata. Tarifnya Rp 20-25 ribu per orang. (nwk/iy)











































Foto: Grandyos Zafna/detikcom