"Perampokan dengan senpi (senjata api) dilakukan dua orang. Satu di antaranya tewas dihakimi massa. Sedangkan satu otak pelakunya baru kita tangkap kemarin malam," kata Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi kepada detikcom, Selasa (14/2/2017).
Andri mengatakan otak pelaku perampokan yang terjadi pada akhir pekan lalu adalah Riduan bin Rohim (35), warga Desa Muara Damai Kecamatan Sumbawa, Banyuasin. Sedangkan temannya bernama Basri tewas dihakimi massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa pun berhasil menangkap satu pelaku perampokan bernama Basri yang akhirnya tewas dikeroyok warga. Sedangkan satu pelaku Ridwan berhasil melarikan diri.
Dari korban Basri yang tewas, pihak kepolisian menyita HP milik pelaku. Setelah diperiksa, di sana diketahui adanya komunikasi antara Basri dengan Ridwan sebagai dalang otak pelaku.
Dari sana, pihak kepolisian akhirnya memburu Ridwan yang akhirnya tertangkap pada Senin (13/2).
"Dari hasil pemeriksaan Ridwan, dia mengaku merencanakan perampokan tersebut. Dia menjanjikan bila berhasil akan membagi hasilnya kepada Basri Rp 10 juta," kata Andri.
Masih menurut Andri, tersangka Ridwan nekat melakukan aksi perampokan karena ada unsur sakit hati. "Tersangka merasa sakit hati, karena sering kali para petani curang melakukan timbangan karet," tutup Andri. (cha/dhn)










































