"Sejauh ini memang kendalanya kepada cuaca ya, jadi kita memang tidak maksimal dalam hal penurunannya. Hari pertama, kita menurunkan. Karena cuaca hujan, kemudian berhenti, kemudian lanjut siangnya," ujar Ari di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2017).
Ari tak memungkiri masih ada alat peraga yang terpasang. Namun dia memastikan hari ini semua alat peraga sudah bersih di Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, selama Pilkada ini, Panwaslu menemukan adanya dugaan 12 pelanggaran, baik yang berasal dari temuan Panwaslu maupun laporan. Pelanggaran itu terbagi ke dalam beberapa macam, dari adanya dugaan money politics sampai selebaran berbau SARA.
"Di Jaksel, baik itu temuan maupun laporan itu ada 12, mulai dari kategori money politics, kemudian pelibatan anak-anak, kemudian selebaran yang berbau SARA, terus kemudian dugaan sementara ini perusakan alat peraga selama ini dilakukan oleh seseorang," ungkap Ari.
Ari mengaku masih merasa kesulitan mengungkap pelaku pelanggaran tersebut. Terutama dalam perusakan alat peraga kampanye, karena itu dilakukan pada dini hari.
"Rata-rata pelanggaran black campaign, kemudian perusakan alat peraga. Hampir perusakan alat peraga ini kita kesulitan menemukan pelakunya karena kejadiannya dini hari dan sebagainya. Kemudian kita juga sudah bekerja sama dengan tim kampanye masing-masing paslon untuk memastikan siapa yang merobek atau merusak," imbuhnya. (dhn/fdn)











































