DPRD DKI Minta Sekolah Tak Hiraukan Imbauan Sutiyoso
Jumat, 15 Apr 2005 13:10 WIB
Jakarta -
DPRD DKI Jakarta mengimbau sekolah-sekolah di wilayah Jakarta tidak menghiraukan imbauan Gubernur Sutiyoso yang meminta sekolah-sekolah meliburkan diri terkait pelaksanaan KAA di Jakarta, 22-23 April nanti.Alasan yang dilontarkan Sutiyoso dinilai mengada-ada, karena dengan diliburkannya sekolah-sekolah, sistem pendidikan bisa tertinggal. Padahal, pendidikan di Indonesai saat ini sudah jauh tertinggal dibandingkan negara lain.Hal ini disampaikan anggora DPRD Komisi E yang membidangi Kesejahteraan Rakyat Syamsidar Siregar di Gedung DPRD, Jl. Kebon Sirih, Jakarta, Jumat, (15/4/2005)."Kalau itu kan tidak ada relevansinya sama anak-anak. Itu hanya imbauan boleh iya dan tidak. Kalau saya punya prinsip nggak usahlah diliburkan karena persoalannya pendidikan kita sudah jauh tertinggal dari negara-negara lain," ungkap Syamsidar.Menurut Syamsidar, dengan diliburkannya sekolah dan anak sekolah diberi pekerjaan rumah untuk mengisi libur terebut, belum dapat menjamin anak-anak sekolah dapat mengerjaan pekerjaannya di rumah.Mengenai alasan libur sekolah untuk membuat arus lalu lintas dan transportasi tidak semrawut pada saat KAA nanti, Syamsidar menilai pernyataan Sutiyoso terlalu mengada-ada."Mereka (tamu negara) sudah punya transportasi yang sudah siap. Jalan protokolnya sudah disesuaikan, bukan tempat-tempat yang dilalui anak sekolah," kata dia.Selain itu, Syamsidar juga menyatakan agar pemprov DKI Jakarta jangan terlalu mengada-ada dalam memperindah Jakarta menjelang KAA. "Kalau itu prosedurnya memang sudah ada, dalam rangka Jakarta lebih baik dalam menerima tamu negara, tapi tidak perlu kita membuat-buat, apa adanya saja itu lebih baik," kata dia.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































