Polres Jaksel Gelar Apel Pasukan Kesiapan Pengamanan TPS

Polres Jaksel Gelar Apel Pasukan Kesiapan Pengamanan TPS

Kanavino Ahmad Rizqi - detikNews
Selasa, 14 Feb 2017 09:25 WIB
Polres Jaksel Gelar Apel Pasukan Kesiapan Pengamanan TPS
Foto: Kanavino/detikcom
Jakarta - Polres Jakarta Selatan menggelar apel pasukan kesiapan pengamanan TPS menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017. Petugas kepolisian akan digeser ke lokasi penugasan di TPS untuk melakukan pengamanan.

Kapolres Jaksel Kombes Iwan Kurniawan, yang bertindak sebagai inspektur upacara, memberikan arahan-arahan kepada semua personelnya. Ia mengapresiasi petugas yang telah bekerja secara baik dalam seluruh tahapan selama Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Kita sudah melewati tahapan-tahapan Pilkada dengan baik. Tahapan-tahapan bisa dilalui, tapi di depan masih ada lagi yang perlu mendapat pengamanan," ujar Iwan di halaman Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Iwan menegaskan pihak kepolisian yang bertugas di TPS diminta berkoordinasi dengan semua pihak. Kotak suara pun harus terus terpantau dalam pengamanan personel.

"Saya hanya mengingatkan, prinsipnya, kotak suara itu harus aman, aman ini bukan hanya aman dari kehilangan atau kerusakan. Prinsipnya, kotak suara itu tidak boleh menimbulkan persoalan-persoalan dalam Pilkada ini," tegasnya.

Polres Jaksel Gelar Apel Pasukan Kesiapan Pengamanan TPSFoto: Kanavino/detikcom
Ia juga menegaskan kepada seluruh personelnya untuk terus meningkatkan kemampuannya terhadap pemahaman aturan-aturan pencoblosan. Hal ini dilalukan supaya tidak ada keraguan dan kesalahpahaman saat pemilihan nanti.

"Silakan ditingkatkan kembali, improve kembali kemampuan Saudara tentang dasar-dasar pelaksanaan Pilkada. Tidak ada salahnya dipelajari kembali terkait pencoblosan dan sampai nanti pas saat pengumuman supaya rekan-rekan tidak ragu di lapangan," imbuh Iwan.

Hal lain yang diamanatkan oleh Iwan kepada anggotanya terkait dengan netralitas dalam Pilkada. Aparat kepolisian diimbau tidak berpihak kepada pasangan calon atau kelompok mana pun.

"Ingat, di dalam Pilkada ini netral, tunjukkan sikap perilaku kita bahwa kita menunjukkan kenetralitasannya. Bahwa kita memposisikan diri netral dalam Pilkada ini. Kita tidak memihak kepada salah satu paslon atau kelompok-kelompok tertentu," ucapnya.

"Netralitas ini penting. Apabila terpantau tidak netral, akan menimbulkan persoalan sehingga bisa menimbulkan ketidakpuasan bahkan sampai nanti gugatan-gugatan," sambung Iwan. (elz/ear)


Berita Terkait