"Bila tidak membangun dapur umum, kocek yang harus dikeluarkan sebanyak Rp 4,5 juta per hari. Jika menggunakan dapur umum, bisa lebih hemat. Kita hanya mengeluarkan dana Rp 1,5 juta per hari," ujar Kapolsek Tambora M Safi'i dalam keterangannya, Senin (13/2/2017).
Penghematan, menurut Safi'i, dilakukan karena Polsek Tambora bertanggung jawab atas tersedianya kebutuhan pasukan Brimob. Mereka mengandalkan para istri anggota Polri (Bhayangkari).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Brimob yang diperbantukan untuk pengamanan pencoblosan ditempatkan di aula Polsek Tambora. Mereka berada di Tambora sejak tiga hari yang lalu.
"Rencananya, Brimob akan di sini hingga 18 Februari 2017," ujar Syafi'i.
Brimob akan membantu dua petugas reguler di lapangan. "Jadi sifatnya back up. Kami juga bersama dengan TNI melakukan penjagaan," tegas Safi'i. (aik/fdn)











































