Sungai BKT Meluap, Sawah Besar Semarang Banjir dengan Arus Deras

Sungai BKT Meluap, Sawah Besar Semarang Banjir dengan Arus Deras

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 13 Feb 2017 23:22 WIB
Sungai BKT Meluap, Sawah Besar Semarang Banjir dengan Arus Deras
Banjir di Semarang, Senin (13/2). (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Kota Semarang kembali meluap dan menimbulkan arus air deras dari sungai menuju rumah warga di sekitar daerah Sawah Besar. Warga sudah berusaha menghalau dengan karung pasir namun tidak berhasil.

Hujan mengguyur Kota Semarang sejak sore hari, Senin (13/2). Tinggi air di Sungai BKT pun meningkat dan mulai luber sekitar pukul 18.30 WIB. Salah satu warga, Hadi (40), mengatakan lubernya air dari sungai terjadi saat hujan deras.

Sungai BKT Meluap, Sawah Besar Semarang Banjir dengan Arus DerasFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
"Tadi sedikit-sedikit terus deras, habis magrib," kata Hadi di lokasi, Senin (13/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Air sungai yang meluber langsung menutup jalan, bahkan tanggul pasir dan tanggul permanen tidak mampu menahan luapan air. Air terus mengalir ke sejumlah perkampungan dengan arus yang cukup deras.

Sungai BKT Meluap, Sawah Besar Semarang Banjir dengan Arus DerasFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
"Yang perkampungan kasihan, karena lebih rendah dari sini," ujar Hadi.

Di jalan akses Sawah Besar, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Sepeda motor yang nekat menerabas banjir banyak yang berakhir dengan mogok. Di ujung jalan sebenarnya sudah ada beberapa orang yang mengingatkan, namun sebagian memilih nekat melaju.

Sungai BKT Meluap, Sawah Besar Semarang Banjir dengan Arus DerasFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Hingga saat ini air masih terus mengalir, namun hujan mulai reda. Di lokasi terlihat sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersiaga lengkap dengan membawa perahu karet. Ada beberapa mobil BPBD dan mereka berpencar ke sejumlah titik.

"Seperti ini hampir tiap tahun," ucap seorang warga. (alg/elz)


Berita Terkait