"Jakarta itu barometer Indonesia, baik dari pusat politik, pusat ekonomi, segala macamlah. Kalau Jakarta aman, yang lainnya akan aman," ujar Djoko di posko Anies-Sandi, Jl Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017).
"Karena dari Jakarta ini, kalau berjalan baik, akan menyelamatkan Indonesia. Akan berpengaruh," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap Pilkada DKI 2017 dapat berjalan dengan damai. Segala potensi kecurangan yang akan terjadi di hari pemilihan nanti pun semoga dapat diredam.
"Bagaimana kita itu aman, bagaimana kita terhindar dari masalah, bagaimana pemilu berjalan dengan demokratis, bermartabat. Bagaimana demokrasi itu bisa mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Bagaimana demokrasi itu mewujudkan keadilan sosial. Kita pun kalau ada hal-hal itu selalu kita ingatkan kepada pemain-pemain ini, karena namanya dalam kompetisi ini hatinya kadang panas," kata Djoko.
Terkait adanya temuan KTP palsu dan brosur, Djoko pun menunggu penjelasan dari pihak yang berwajib. Menurutnya, Panwaslu dan pihak kepolisian harus bisa menjelaskan mengenai insiden tersebut.
"Kita juga sedang menanti dari pihak yang berwajib, bagaimana perkembangan KTP palsu itu, bagaimana tentang brosur-brosur itu. Kan perlu ada penjelasan, to," imbuhnya.
Sementara itu, Djoko mengungkapkan tim Anies-Sandi sedang melakukan manajemen 'total football' untuk menang dalam pilkada nanti. Artinya, setiap anggota DPR RI yang daerahnya tidak menggelar pilkada harus turut serta dalam memenangkan Anies-Sandi di Jakarta.
"Jadi kita ini sedang melakukan manajemen 'total football'. Anggota DPR RI yang tinggal di sini, yang daerahnya tidak ada pemilukada, harus bantu di sini. Semuanya, mulai dari Prabowo sampai semuanya ke bawah gerak," katanya.
Terakhir, ia pun mengimbau kepada semua pihak untuk menahan diri. Jangan sampai, karena ingin menang, semua cara dihalalkan.
"Karena kecurangan itu dimulai dari keinginan untuk menang, supaya menang, ada yang menghalalkan segala cara. Kita bernegara itu harus berkonstitusi. Konstitusi itu sumbernya aturan perundang-undangan. Sebagai warga negara yang baik, harus taat konstitusilah," tegasnya. (erd/erd)











































