"Satu TPS (dijaga) 2 personel, tergantung kerawanannya, nanti kapolres yang tahu," kata Nurdin di kantor KPU Kota Jaktim, Jl Kayu Putih, Jakarta Timur, Senin (13/2/2017).
Namun Nurdin meminta penambahan personel di TPS rawan untuk mengantisipasi gangguan keamanan saat pemungutan suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nurdin, wilayah Jaktim masih aman menjelang pencoblosan pada Rabu (15/2). Namun polisi, sambung dia, punya klasifikasi kategori TPS yang tergolong rawan.
"Namun secara klasifikasi dari kepolisian, pengamanan itu menganggap beberapa daerah ada TPS rawan. Seperti lapas, rutan, dan grey area yang mungkin dikhawatirkan akan rawan," imbuhnya.
Soal adanya calon yang mencoblos di TPS Jaktim, Nurdin memastikan tidak ada perlakuan berbeda dengan TPS lainnya. Namun dia meminta petugas KPPS agar lebih proaktif.
"Secara prinsip nggak ada (perbedaan dengan TPS lain), tapi saya minta kepada petugas KPPS bersangkutan lebih proaktif," ujarnya. (fdn/jor)











































