"Sekarang masih diselidiki oleh pihak Bea-Cukai, dari mana dan ditujukan kepada siapa," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di kompleks Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2017).
Ada beberapa hal yang didalami oleh pihak berwenang, di antaranya apakah benar KTP tersebut milik TKI yang ingin menggunakan hak suaranya dalam pilkada kali ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Amplop ada 36 KTP, 34 NPWP, satu buku tabungan isinya Rp 500 ribu dan satu kartu ATM. Itu satu amplop saja," lanjutnya.
Rikwanto pun menegaskan isu di media sosial yang menyebutkan ada ratusan ribu KTP palsu untuk kepentingan pilkada adalah informasi bohong atau hoax.
"Jadi, kalau informasi ada ratusan ribu (KTP palsu), ratusan kontainer, itu tidak ada, itu hoax," tegasnya. (brt/rvk)











































