Pantauan detikcom, Senin (13/2/2017), di lokasi, ada enam macam brosur yang disita oleh Panwaslu Jakbar. Satu Brosur tidak ada kaitannya dengan pilkada, sedangkan lima lainnya berkaitan dengan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini untuk kura-kuranya, supanya nggak ketahuan," katanya saat ditemui detikcom.
(Baca Juga: Timses Anies Minta Penemuan Brosur Kampanye Hitam di Jakbar Diusut)
Dari sejumlah brosur kampanye yang disita, ada dua brosur berjudul sepuluh kebohongan Anies-Sandi. Di dalam brosur itu berisi lima poin. Brosur berisi bantahan terhadap janji pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pilkada.
Ada satu brosur berisi komentar beberapa tokoh terhadap Anies-Sandi. Tokoh yang berpendapat di antaranya Amien Rais, Lulung, M Taufik, Fadli Zon, Habib Rizieq Syihab, Ahmad Dhani, dan M Sanusi.
"Anies Sandiaga akan membangun tanpa menyakiti," kata M Taufik dalam brosur tersebut.
Panwaslu juga menemukan dua brosur yang memberi dukungan terhadap paslon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Brosur berisi dukungan itu juga ikut disita.
Sebelumnya, diberitakan Panwaslu Jakbar menerima aduan dari warga Kelurahan Duri pada Kamis (9/2). Panwaslu Jakarta Barat langsung melakukan penelusuran. Akhirnya, pada Jumat (10/2), pada pukul 17.07 WIB, Panwaslu menemukan rumah yang menjadi lokasi penyimpanan brosur tersebut di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Terkait adanya brosur Ahok-Djarot di antara brosur yang disita, Timses Ahok-Djarot, Ace Hasan, menyebut hal itu tidak berkaitan dengan pihaknya. Dia memastikan brosur yang ditemukan di Jakarta Barat itu bukan buatan tim pemenangan paslon nomor urut 2 itu.
Foto: Arief Iksanudin |
"Kami dari tim pemenangan tidak pernah mengeluarkan brosur apa pun yang tujuannya adalah memenangkan Pak Ahok dan Djarot di masa tenang ini. Jadi, kalau ada pihak yang mencoba melakukan itu, itu sudah pasti bukan dari tim pemenangan," kata Ace saat dikonfirmasi.
"Ya, kalau memang ada pihak yang memainkan itu, yang mengatasnamakan tim pemenangan pasangan calon nomor 2, ya silakan dibuktikan saja, diusut siapa pelakunya. Jangan-jangan ada pihak yang mencoba melaksanakan hal yang tidak terpuji mengatasnamakan pasangan calon nomor 2," sambungnya. (kst/imk)











































Foto: Arief Iksanudin