Ada SD Beratap Terpal dan Beralas Tanah di Kabupaten Bogor

Ada SD Beratap Terpal dan Beralas Tanah di Kabupaten Bogor

Farhan - detikNews
Senin, 13 Feb 2017 15:18 WIB
Ada SD Beratap Terpal dan Beralas Tanah di Kabupaten Bogor
Foto: Farhan/detikcom
Kabupaten Bogor - "Sekolah Terpal", begitulah sebutan untuk Kelas Jauh SDN Sirna Asih, yang berlokasi di Kampung Cisarua RT 01/07 Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Ruang kelasnya beratap terpal dan berlantai tanah.

SD ini resmi berdiri pada 2013. Sejak itu dan hingga saat ini, kondisinya tak berubah. Ada 98 siswa di sekolah ini. Sebagian besar merupakan anak-anak Cisarua. Mereka diajar 4 guru, 1 pria dan 3 wanita.

Kelas Jauh SDN Sirna Asih memiliki tiga 'ruang kelas'. Satu beratap terpal, sisanya di aula, yang dulu merupakan pesantren dan rumah milik warga. Tiga lokasi ini berdekatan, berada di pinggir sawah dan berdampingan dengan kandang kambing.

Ruang kelas terpal berukuran 6 x 4 meter. Penderitaan siswa sangat terasa pada musim hujan. Air menetes melalui lubang kecil pada terpal dan membasahi meja-kursi. Selain itu, lantai tanah jadi becek. Tak jarang, kegiatan belajar-mengajar dihentikan karena guyuran hujan.

Ini di Kabupaten Bogor, SD Beratap Terpal dan Beralas TanahFoto: Farhan/detikcom
Rojak, warga setempat, mengatakan anak-anak terpaksa belajar di SD tersebut karena sekolah lain jauh. Paling dekat SD Banyuresmi, yang berjarak 3 kilometer dari Kampung Cisarua. "Jalurnya membahayakan. Kasihan kalau usia masih 6 atau 7 tahun harus lewat situ," kata Rojak kepada detikcom beberapa waktu lalu.

"Itu jalur setapak. Ada jalur lain, tapi tambah jauh," tambahnya.

Salah satu guru, Neni Sultonah (34), yang ditemui di rumahnya, Kampung Citambuan, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, mengaku mengajar di Kelas Jauh SDN Sirna Asih bukan pilihan yang mudah baginya.

Neni Sultonah, guru Sekolah Jauh SDN Sirnaasih Kabupaten BogorNeni Sultonah, guru Kelas Jauh SDN Sirna Asih, Kabupaten Bogor (Farhan/detikcom)
"Bapak saya kan ngajar di situ dulu. Sekarang sudah tua, sudah 60 tahun lebih. Terus saya disuruh ikut ngajar. Katanya kasihan anak-anak banyak yang mau belajar tapi sekolahnya jauh," katanya.

Sebelumnya, Neni mengajar TK di Jakarta Selatan. Ia memikirkan selama 3 bulan sebelum menerima tawaran ayahnya untuk mengajar di SD tersebut. Dia senang anak didiknya bersemangat meski kondisi sekolah tidak memadai. (try/try)


Berita Terkait