Kastel Megah di Kawasan Rawan Bencana Lereng Merapi Ditutup

Kastel Megah di Kawasan Rawan Bencana Lereng Merapi Ditutup

Sukma Indah Permana - detikNews
Senin, 13 Feb 2017 15:06 WIB
Kastel Megah di Kawasan Rawan Bencana Lereng Merapi Ditutup
Kastel ditutup mulai hari ini. (Sukma Indah Permana/detikcom)
Sleman - Objek wisata The Lost World Castle telah menerima surat peringatan (SP) 3 dari Pemkab Sleman. Mulai hari ini, kastel tersebut telah ditutup untuk umum.

"Ya saya sudah menemui Pak Ayung setelah SP 3 turun, dia bilang akan tutup Senin hari ini," kata Lurah Kepuharjo Heri Suprapto saat ditemui di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Senin (13/2/2017).

Dari pantauan detikcom, gerbang utama kastel itu telah ditutup. Lantaran tak ada pemberitahuan tentang penutupan ini, banyak pengunjung yang menunggu di halaman parkir. Beberapa lama kemudian, barulah selembar kertas karton berukuran sedang bertulisan 'Tutup' dipasang di gerbang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat dihubungi, pemilik kastel Ayung (46) tidak mau berkomentar dan meminta wartawan menghubungi salah satu pengelola kastel bernama Ahmad Saukani.

"Saya sebagai pengurus dan pengelola, yang ditutup kastelnya. Sampai kita benah dulu semua, SDM-nya. Karena SP 3, kita inisiatif nutup sendiri sambil mengurus perizinan. Belum ditentukan kapan," kata Ahmad.

Meski ditutup, tampak rombongan membawa perlengkapan fotografi untuk memasuki kawasan kastel. Salah seorang pengurus Paguyuban The Lost World Castle bernama Ahmad menjelaskan bahwa pasangan yang akan berfoto prewedding itu sudah melakukan pemesanan sejak pertengahan Desember 2016.

"Mereka sudah inden sejak tahun lalu," kata Ahmad.

Bangunan yang terletak di 6 km dari puncak Gunung Merapi ini dibangun pada 2013. Kawasan ini masuk kawasan rawan bencana 3 dan terdampak langsung erupsi Gunung Merapi. Ahmad mengatakan belum mengetahui penutupan akan dilakukan hingga kapan.

"Kita akan berusaha, kita akan ke MK untuk perpres-nya (Perpres No 70 tahun 2014 tentang Tata Ruang Taman Nasional Gunung Merapi)," kata Ahmad. (sip/dhn)


Berita Terkait