"Waktu di Jakarta Utara kemarin saya bilang sama Pak Sekda, 'Tolong ingatkan pompa air supaya jalan betul'. Jadi ini jangan kita bikin tidak waspada. Instruksi pertama tetap waspada dan cek pompa-pompa air," kata Djarot di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang 1, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).
"Termasuk di sini dicek pintu air di Manggarai, Cideng, cek semua, pastikan pompa berjalan dengan baik, jangan tunggu air tinggi baru pompa jalan. Pompa jalan terus saja supaya air datang itu kondisi kosong," imbuhnya.
Kejadian pada 2015 di Pluit dan Pasar Ikan, Jakarta Utara, dikatakan Djarot, menjadi pembelajaran. Saat itu air di Pasar Ikan sempat naik dan tali kipas yang berfungsi menggerakkan poros pompa air putus.
"Saya marah di Pasar Ikan gara-gara tali kipas putus, saya marah betul pada Dinas Tata Air yang jaga, baru diganti. Kalau yang fitnah seperti ini Anda harus punya cadangan, begitu putus langsung dipasang. Waktu itu putus baru cari tali kipas, jadi tidak bisa jalan. Sekarang tidak boleh lagi," ujarnya.
Dia ingin setiap wilayah di Jakarta memastikan spare part vital, seperti tali kipas pompa air, bisa berfungsi dengan baik saat hujan. Listrik juga, disebut Djarot, harus diperhatikan, baik dari genset maupun solarnya, sehingga saat pemadaman arus dapat tetap berfungsi.
Banyak warga yang diakui Djarot senang karena wilayahnya tidak lagi terandam banjir. Namun dia berharap bisa segera menuntaskan masalah genangan di daerah rawan banjir di Jakarta Pusat, seperti Johar Baru dan Kampung Pulo.
"Ini kalau bisa 2017 kita tuntaskan semua. Saya sudah ngomong sama warga, karena senang wilayahnya nggak banjir. Artinya, warga sudah menikmati betul dan sadar," tuturnya. (nth/fdn)











































