"Meskipun kami bukan partai peserta pemilu, tapi kami bergerak dan mengajak masyarakat, ayo kita menolak politik uang, tentu saja ini butuh partisipasi dari masyarakat. Kami menginisiasi SAPU dan kita akan awali diskusi bersama dengan narasumber terkait. Mekanisme pelaporannya, mulai dari customer service dan komunikasi," ujar Ketua Umum PSI Grace Natalie di kantor PSI, Jalan Wahid Hasyim Nomor 194, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).
Grace juga menjelaskan masyarakat bisa ikut andil dalam mengawasi pemilu tanpa money politics. Caranya, melapor ke PSI mulai hari ini (13/2) sampai 19 Februari mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rilis yang dilakukan di kantornya, Grace mengungkapkan masyarakat bisa melapor via website sapu.psi.id. Laporan tersebut juga bisa disampaikan ke PSI melalui beberapa aplikasi. Grace juga menyiapkan stimulus untuk mengapresiasi masyarakat yang berani.
"Kami membantu masyarakat agar aktif, bisa melalui WhatsApp, e-mail, SMS, Line, dan untuk laporan yang berhasil diverifikasi, ada stimulus sebesar 20 juta rupiah untuk laporan yang bisa diverifikasi," ujarnya.
Grace juga mengungkapkan masyarakat yang melapor diharapkan melampirkan data diri lengkap. Sebab, bila diverifikasi oleh PSI, akan ada tim advokat yang mendampingi ke Bawaslu. Ia juga tak henti-hentinya mengajak lapisan masyarakat mengawal politik uang.
"Ini bukan berantas politik uang dengan uang, tapi ini stimulus karena mencoba masyarakat untuk berani. Ini untuk stimulus awal karena mengatasi begitu sulitnya, kami harapkan tentu tidak akan berhasil tanpa partisipasi. Kami yakin, kalau ada tekanan bertubi-tubi, tentu ini membuat perubahan, agar laporan ditindak secara serius, ini berhasil atau tidak kembali lagi, ke semuanya. Jadi, kalau kita mau Pilkada berhasil dengan baik, ayo teman-teman sukseskan," sambungnya.
(imk/imk)










































