"Kita tahu bahwa sesuai prinsip demokrasi, adanya jaminan HAM dan pemilihan yang bebas dan jujur, maka untuk mewujudkan demokrasi tersebut, diimbau kepada warga DKI untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya, dengan bebas dan sesuai hak pilihnya masing-masing," ujar Iriawan.
Iriawan menyampaikan itu di Aula Sudirman Makodam Jaya, Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (13/2/2017). Ketua KPU DKI Sumarno, Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti, serta beberapa unsur TNI Terkait juga hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kedua, agar pada sisa masa tenang ini, pasangan calon dan tim kampanye tidak melaksanakan kampanye. Apabila melaksanakan maka dapat diproses secara hukum, dengan ancaman paling singkat 15 hari 3 bulan," imbau Iriawan.
Iriawan juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penghalangan kepada seseorang ataupun masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Bila ditemukan, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.
"Pada hari pencoblosan yaitu 15 Februari 2017, tidak ada yang melakukan ancaman atau pun kekerasan, dan menghalang-halangi seseorang dalam menggunakan hak pilihnya," tegasnya.
Selain itu, masyarakat diminta agar tidak menggunakan KTP palsu atau mengaku sebagai orang lain dalam melakukan pencoblosan.
"Mengaku sebagai seseorang itu ada ancaman pidananya, 24 bulan, 72 bulan, sesuai pasal 178 UU pemilukada," ujarnya.
Polisi juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan operasi tangkap tangan terhadap politik uang. Pihaknya mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan aktifitas money politik.
"Informasi yang kami dapat beserta pihak unsur TNI bakal akan adanya indikasi money politik, ini informasi. Oleh sebab itu kami sampaikan pada kesempatan ini, bahwa kami tim gabungan Polda Metro Jaya telah membentuk tim khusus OTT money poltik," jelasnya Iriawan.
"Dimohon jangan ada yang melakukan money politik atau politik uang. Bila ada yang melakukan, maka baik pemberi, penerima, atau yang menyuruh untuk melakukan dapat diproses secara hukum," lanjutnya.
Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Teddy Lhaksmana juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 15 Februari nanti. Pihaknya siap membantu polisi untuk pengamanan dan pelaksanaan Pilkada DKI.
"Kodam jaya siap membantu Polda Metro Jaya dalam penanganan pemilukada, dengan memberikan bantuan kekuatan pasukan berapa pun yang dibutuhkan," tegas Teddy. (nvl/idh)











































