Jelang Sidang Ke-10 Ahok, Sekitar Kementan Masih Sepi dari Massa

Jelang Sidang Ke-10 Ahok, Sekitar Kementan Masih Sepi dari Massa

Lukita Wardani, - detikNews
Senin, 13 Feb 2017 08:05 WIB
Jelang Sidang Ke-10 Ahok, Sekitar Kementan Masih Sepi dari Massa
Foto: Lukita/detikcom
Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjalani sidang ke-10 kasus dugaan penistaan agama. Suasana menjelang persidangan Ahok kali ini masih sepi dari pengunjuk rasa.
Lokasi di sekitaran Kementan masih sepi dari pendemo.Lokasi di sekitar Kementan masih sepi dari pendemo. (Lukita/detikcom)


Pantauan detikcom, Senin (13/2/2017) sekitar pukul 07.30 WIB, massa pro dan kontra terhadap Ahok belum juga terlihat mendatangi area lokasi persidangan di gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan.
Tim medis ormas sudah ada di lokasi.Tim medis ormas sudah berada di lokasi. (Lukita/detikcom)


Biasanya massa pendemo mulai berdatangan sekitar pukul 06.00 WIB. Bahkan massa pendemo biasanya telah beraksi mulai pukul 07.00 WIB. Namun kekuatan massa terus menyusut sejak persidangan sejak persidangan ke-8.
Polisi telah siaga.Polisi telah bersiaga. (Lukita/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kali ini, hanya terlihat tim medis dari massa ormas sedang bersiap-siap memasang tenda. Aparat kepolisian juga telah bersiaga. Kawat berduri sudah dipasang di lokasi. Mobil water cannon dan barracuda juga disiagakan.

Sementara itu, akses jalan dari kedua arah sudah ditutup. Layanan TransJakarta tetap normal selama jalannya sidang Ahok. Namun TransJ koridor VI hanya beroperasi sampai Halte SMK 57, Jakarta Selatan.
Kawat berduri, water cannon dan baracuda disiagakan.Kawat berduri, water cannon, dan barracuda disiagakan. (Lukita/detikcom)


Beberapa pedagang tampak sibuk mempersiapkan dagangan. Menurut tim medis dari massa ormas, kekuatan massa kontra-Ahok terpecah untuk mengawal pemeriksaan Habib Rizieq Syihab. "Hari ini kan kepecah juga sama yang di Bandung, tapi sebentar lagi juga ramai. Tidak menutup kemungkinan juga massa akan lebih banyak," ungkap salah satu anggota tim medis ormas. (aan/dnu)


Berita Terkait