MTI: Ketua BPK Anwar Nasution Tidak Pahami Tugasnya
Jumat, 15 Apr 2005 09:58 WIB
Jakarta -
Ketua BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Anwar Nasution terkesan tidak mendukung langkah auditor BPK Khairiansyah yang bekerja sama dengan KPK dalam membongkar kasus korupsi dan penyuapan Mulyana W Kusumah. Ini menunjukkan Anwar tidak pahami tugasnya sebagai ketua BPK. Penilaian ini disampaikan Ketua MTI (Masyarakat Transparansi Indonesia) Sudirman Said saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (15/4/2005). "Pak Anwar Nasution tidak memahami tugasnya. Dia hanya bermain di wilayah pernyataan kontroversi dan tidak paham substansi," kata Sudirman. Untuk diketahui saja, Anwar Nasution, sebagai 'bos' di BPK terkesan tidak memback-up langkah anak buahnya Khairiansyah untuk membongkar kasus penyuapan Mulyana W Kusumah. Bahkan, Anwar mempertanyakan Khairiansyah itu sebagai karyawan BPK atau karyawan KPK. Menurut Sudirman, seharusnya langkah Khairiansyah yang berani melaporkan kasus penyuapan itu ke KPK dihargai. "BPK itu ujung-ujungnya juga bertugas melakukan pengawasan, mengawasi korupsi dan mengantisipasi kebocoran. Orang-orangnya yang sudah menjalankan hal itu seharusnya dipuji, dihargai, dan dijadikan teladan oleh aparat BPK lainnya," tegas Sudirman. Dengan pernyataan Anwar terkait hal ini, Sudirman mengaku resah. "Kita tidak paham Anwar itu membela kepentingan siapa. Jangan-jangan ini membela kepentingan yang lain. Ini bahaya," jelasnya. Bila sampai Anwar sebagai ketua BPK tidak mendukung upaya anak buahnya dalam melaporkan kasus penyuapan, kata Sudirman, maka semua pihak harus melakukan koreksi terhadap pimpinan lembaga tinggi negara itu. "Sejak lama, sebenarnya Anwar bukan orang yang tepat memimpin BPK. Dia punya sejarah di BI yang selama ini disebut-sebut sebagai sarang penyamun. Saat di BI, Anwar tidak melakukan action membenahi hal itu," ujar dia. Menurut Sudirman, sebagai sesama lembaga pengawasan, BPK dan KPK juga harus saling kerja sama, meski tanpa harus ada MoU. "Bila sampai sekarang Anwar masih mempermasalah hal itu, maka itu merupakan tanda tanya besar, Anwar sebenarnya berdiri di mana?" demikian Sudirman.
(asy/)










































