30 WNI yang Diselundupkan Diduga Akan Dijadikan TKI Rental

30 WNI yang Diselundupkan Diduga Akan Dijadikan TKI Rental

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Minggu, 12 Feb 2017 13:25 WIB
30 WNI yang Diselundupkan Diduga Akan Dijadikan TKI Rental
Foto: dok. Imigrasi
Jakarta - Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan 30 WNI yang diduga akan dipekerjakan sebagai TKI rental di sejumlah negara di Timur Tengah dan Malaysia. Mereka diduga diselundupkan oleh penyalur TKI bekerjasama dengan sebuah perusahaan di luar negeri untuk menjadi TKI Rental.

"Dari informasi intelijen ada modus baru yang digunakan oleh para penyelundup TKI. Di mana mereka yang berangkat akan dijadikan TKI Rental," ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno, saat dihubungi detikcom, Minggu (12/2/2017).

Agung menyebut mereka yang diberangkatkan ke berbagai kota di luar negeri itu akan dipekerjakan sebagai TKI Rental.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"TKI ini didatangkan oleh satu perusahaan entah di Arab atau lainnya. Tapi setelah tiba, mereka tidak langsung dipekerjakan melainkan ditampung dengan waktu tidak jelas. Perusahaan ini nantinya akan menjajakan mereka ke retail-retail perumahan atau perkantoran dengan kontrak kerja bulanan, mingguan bahkan per jam," jelas Agung.

Ditambahkan Agung, upaya pencegahan ini dilakukan karena mereka tidak dapat menjelaskan maksud dan tujuan keberangkatannya ke luar negeri.

"Pencegahan ini dilakukan karena mereka tidak dapat menjelaskan secara tegas dan jelas maksud dan tujuan ke luar negeri. Kondisi ini membuat mereka rentan menjadi korban TPPO dan dieksploitasi di luar negeri," sebut Agung.

Agung menyebut, dari 30 WNI yang dicegah keberangkatannya 16 orang berasal dari Jawa Barat dan satu orang dari Sumbawa. Mereka rencananya akan bertolak menuju Daha, Qatar dengan penerbangan Qatar Airways pada pukul 07.45 WIB.

"11 WNI lainnya kita cegah kemarin, mereka hendak menuju Malaysia. Tiga orang lainnya dari Jawa Timur dan berencana ke Abu Dhabi," sebut Agung.

(adf/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads