Ikatan Alumni UII Gelar Doa Bersama atas Tragedi di Diksar Mapala

Ikatan Alumni UII Gelar Doa Bersama atas Tragedi di Diksar Mapala

Heldania Utri Lubis - detikNews
Minggu, 12 Feb 2017 13:25 WIB
Ikatan Alumni UII Gelar Doa Bersama atas Tragedi di Diksar Mapala
Doa bersama Ikatan Alumni UII (Foto: Heldania Utri Lubis/detikcom)
Jakarta - Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) mengadakan doa bersama atas bentuk keprihatinan terhadap tewasnya 3 mahasiswa saat mengikuti Pendidikan Dasar The Great Camping XXXVII Mapala UII. Ketua IKA UII Mahfud MD ikut hadir di acara tersebut.

Dalam sambutannya, Mahfud kembali menceritakan mengenai pengalamannya ketika masih menjadi mahasiswa Fakultas Hukum dan aktif di kegiatan kamahasiswaan Mapala UII. Dia menceritakan bahwa Mapala UII selama ini dikenal mandiri dan juga santun.

"Dalam perjalanan saya di dunia kemahasiswaan saya kenal karakter masing-masing kemahasiswaan, dalam catatan saya Mapala termasuk yang paling sejuk serta santun," ujar Mahfud dalam kegiatan doa bersama di Rumah Sekratariat IKA UII, Jl Kerinci VIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Mahfud juga menegaskan bahwa UII sampai saat ini sudah melakukan koordinasi dengan semua unit baik dari universitas maupun lembaga kemahasiswaan. Akan ada penataan ulang agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

"Jadi UII itu sudah melakukan koordinasi dengan semua unit, baik Universitas dan lembaga kemahasiswaan serta para alumni. Kesimpulannya untuk ke dalam akan dilakukan penataan ulang, pada tahap pertama tindakan-tindakan administratif di jalankan seperti pemberhentian beberapa mahasiswa, artinya dia tidak lagi berstatus sebagai mahasiswa di UII," jelasnya.

Mahfud juga menyebut bahwa dalam waktu dekat akan mengadakan konsolidasi terkait tata ulang Mapala yang menurutnya masih sangat berguna sebagai kegiatan kemahasiswaan. Konsolidasi tersebut akan dilakukan secara internal, baik dari pihak Universitas, lembaga kemahasiswaan dan Mapala itu sendiri.

"Mapala ini kan sebagai organisasi kemahasiswaan masih sangat berguna, kalau mengenai Yuridisnya kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum," tutur mantan Ketua MK ini.

Dia menegaskan bawah UII membuka seluruh akses untuk menyingkap kasus ini. Dia menyebut bahwa selama ini Mapala yang dia kenal tidak pernah melakukan tindak kekerasan, oleh karena itu dia menduga bahwa ada virus tertentu yang masuk dalam tubuh Mapala tanpa diketahui.

"Di Mapala itu tentu ada latihan fisik tapi tidak pernah membahayakan, selalu ada antisipasinya. Tapi kasus ini kan seperti tidak ada yang menghalangi, jadi di antara banyak orang yang melakukan itu mungkin ada sesuatu yang bisa disingkap, jadi kita akan terus dukung proses kasus ini sampai tuntas," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama juga terlihat hadir Perwakilan Keluarga Besar Mapala Unisi, Halim Alamsyah. Dia menyampaikan bahwa sebaga alumni tentu musibah ini sama sekali tidak diharapkan dan dia berharap eksistensi Mapala dapat dipertahankan sebagai organisasi kemahasiswaan yang berguna bagi mahasiswa.

"Jadi Mapala ini kan melengkapi kemampuan mahasiswa yang tidak hanya ilmu pengetahuan, saya sebagai alumni Mapala merasa bahwa melalui jalur mahasiswa pecinta alam lebih mudah mengasah kepedulian sosial. Ini sudah kita buktikan melalui kegiatan cinta kepada alam dan mendekatkan diri kita kepada tantangan sosial masyarakat, sehingga kita sudah punya hati yang mau bergerak, karena itu saya harap Mapala ini masih bisa terus berlanjut tentunya dengan perbaikan-perbaikan kedepan," ucap Halim. (imk/imk)


Berita Terkait