DetikNews
Minggu 12 Februari 2017, 07:02 WIB

Trotoar Dago Selesai Direvitalisasi, Ridwan Kamil: Mirip di Barcelona

Avitia Nurmatari - detikNews
Trotoar Dago Selesai Direvitalisasi, Ridwan Kamil: Mirip di Barcelona Foto: Avitia Nurmatari/ detikcom
Bandung - Revitalisasi trotoar Jalan Ir. H Djuanda (Dago) sudah rampung. Mulai dari Simpang Dago hingga Jalan Merdeka kini lebih nyaman untuk pejalan kaki dengan trotoar yang lebih luas dan fasilitas tempat duduk serta parkir sepeda.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersuka cita dengan suasana baru kawasan Dago itu. Kepada detikcom Ia bercerita tentang mimpinya yang ingin mengembalikan kebiasaan warga Kota Bandung dulu yang gemar berjalan kaki.
Trotoar Dago Selesai Direvitalisasi, Ridwan Kamil: Mirip BarcelonaTrotoar di Dago selesai direvitalisasi. Foto: Avitia Nurmatari/ detikcom

Menurut pria yang karib disapa Emil tersebut, budaya jalan kaki saat ini sudah terseret gaya moderen yang seolah bermobil pribadi dan bermotor menjadi keharusan. Padahal, menurutnya, budaya jalan kaki sebenarnya merupakan salah satu ciri kota yang manusiawi.


Trotoar mirip layaknya di Barcelona. n


"Sejak saya dilantik, pelan-pelan visi budaya jalan kaki minimal jarak dekat itu dihadirkan dengan merombak trotoar menjadi lebih nyaman, lebih lebar. Juga dilengkapi tempat duduk. Jadi di mana ada trotoar, di situ ada tempat duduk," ujar Emil.

Jalan Dago adalah salah satu dari 20 ruas jalan yang dibereskan oleh Pemkot Bandung. Jalan Dago pula yang menurut Emil menghidupkan kembali romantisme Kota Bandung, terutama di kala sore menjelang malam. Emil menyebut kawasan Dago saat ini seperti di Barcelona.

"Dago ini kaya salah satu jalan di Barcelona. Lampu-lampu yang vintage itu inspirasinya juga dari Barcelona. Ini yang membuat kota terasa lebih berkarakter," tuturnya.

Kini bersama istrinya Atalia Kamil, Emil sering meluangkan waktu berjalan kaki. Menurutnya, hal itu bagian dari upayanya mengajak warga Bandung untuk mengembalikan budaya jalan kaki di Kota Bandung.

"Jadi ceritanya adalah saya sedang berjuang keras mengembalikan sebuah budaya yang dulu kuat di Bandung, yakni budaya berjalan kaki," ucapnya.

Dengan berjalan kaki, Emil kerap menemukan banyak kebahagiaan dari warganya yang tidak terlihat detil saat berkendara. Selain itu, Ia juga bisa melihat secara detil proyek pembangunan yang tengah dikerjakan Pemkot Bandung.

"Saya cenderung 90 persen melihat kebahagiaan. Lihat orang lagi duduk, ketawa-ketawa. Banyak kemanusiaan yang terlihat. Tapi juga suka melihat beberapa kekurangan misalnya perawatan tanaman-tanamannya yang belum maksimal," ungkapnya.

Detikcom mencoba berjalan kaki dari Jalan Cikapayang hingga Jalan Teuku Umar. Jaraknya kurang lebih sekitar 1 kilometer. Sepanjang jalan banyak ditemukan kursi lengkap dengan meja, baik yang terbuat dari besi maupun kayu. Juga ada parkir sepeda yang dicat berwarna biru. Kursi-kursi tersebut ditanam untuk mengindari ulah tangan usil.
(avi/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed