Polisi: Tak Ada Pembakaran Alquran di Pabrik Semen Rembang

Polisi: Tak Ada Pembakaran Alquran di Pabrik Semen Rembang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 11 Feb 2017 23:15 WIB
Polisi: Tak Ada Pembakaran Alquran di Pabrik Semen Rembang
Foto: Dok. Polda Rembang
Rembang - Polisi menegaskan tidak ada pembakaran kitab suci atau alat beribadah pada peristiwa pembongkaran tenda warga di dekat kawasan pabrik Semen Indonesia. Selain itu ditegaskan pula tidak ada musala yang ikut dibakar.

"Tidak benar adanya isu pembakaran Alquran," tegas Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djarod Padakova lewat pesan singkat, Sabtu (11/2/2017).

Kabar pembongkaran tenda kelompok warga pro dan kontra pabrik semen yang terjadi hari Jumat (10/2) malam kemarin tersebar berantai melalui pesan WhatsApp dan Facebook dan sempat dibumbui informasi adanya perusakan musala dengan dibongkar kemudian dibakar beserta perlengkapan ibadah di dalamnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Kepala Kepolisian Resor Rembang, Kompol Pranandya Subiyakto mengatakan musala yang dimaksud yaitu bangunan kayu yang memang kerap digunakan untuk beribadah. Namun untuk perlengkapan di dalamnya, sudah diamankan pihak keamanan pabrik.

Polisi: Tak Ada Pembakaran Alquran di Pabrik Semen RembangFoto: Dok. Polda Rembang

"Di dalamnya ada mukena, sarung, Alquran, ada sajadah, ada buku bacaan. Disimpan Ahmad Yusup, dia head security unit di pabrik semen," kata Pranandya kepada detikcom.

Dari foto yang diperoleh detikcom, barang-barang dari dalam Musala yang diselamatkan yaitu Alquran, sajadah, mukena, sarung, tikar, dan karung. Kini perlengkapan ibadah tersebut berada di Mapolres Rembang sebagai barang bukti.

Barang-barang berupa alat ibadah diamankan di Mapolres Rembang.Barang-barang berupa alat ibadah diamankan di Mapolres Rembang. Foto: Dok. Polda Rembang


"Sekarang barang tersebut sudah diamankan di Mapolres Rembang," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, lebih dari 20 orang membongkar portal bambu kemudian tenda warga yang mendukung ataupun menolak pabrik semen. Kayu-kayu tenda dikumpulkan kemudian dibakar.

"Saat dibongkar, orang yang ada di dalam tenda sudah keluar," pungkasnya.

Kepolisian sudah menindak lanjuti peristiwa tersebut dan masih terus meminta keterangan saksi. Sementara itu sejumlah warga mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Tengah untuk melaporkan peristiwa tersebut.

"Lokasi sudah kami beri garis polisi," kata Pranandya. (alg/nkn)


Berita Terkait