"Berbilang pekan kami berkunjung dan menjumpai warga di desa dan kota. Terima kasih sudah menerima kami dengan hangat dan akrab. Kami telah mendengar dan menyimak gelisah, keluh kesah, dan tak sedikit kesedihan yang tersembunyi di dalam benak. Maafkan bila kami berjanji hanya untuk sesuatu yang kelak yakin bisa kami tuntaskan," kata Rano Karno dan Embay Mulya Syarief sebagaimana rilis yang diterima detikcom, Serang, Banten, Sabtu (11/2/2017).
Masa kampanye yang berhasil dilewati dengan damai dan tanpa perselisihan menurut mereka bedua begitu mempesona. Ini menurutnya menunjukan kedewasaan masyarakat mengelola perbedaan dan mencampakan fitnah atau kebohongan dari segelintir kalangan di Pilkada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Pilkada menurutnya bukan dari bagian menaklukan karena pilihan akhir warga adalah kemenangan bersama. Kekuasaan juga dipersembahkan untuk kemakmuran bersama bukan dikuasai keluarga atau monopoli orang terdekat.
Pasangan ini juga mengaku terima kasih kepada KH Ma'ruf Amin yang telah menerima mereka berdua. Apalagi, pernyataan terbuka yang disampaikan oleh Rais Aam PBNU tersebut soal Soekarno M Noer menurut Rano menguatkan informasi bahwa ayahnya adalah bagian dari Lesbumi dan Nahdlatul Ulama.
Sedangkan kepada kader, relawan dan partai pengusung mereka juga meminta agar menjaga situasi tetap kondusif dan aman. Ia meminta agar tidak ada politik uang nanti yang merusak kualitas Pilkada Banten.
"Jangan biarkan politik uang yang dilakukan sementara pihak merusak kualitas demokrasi yang hendak kita bangun," ujarnya. (bri/nkn)











































