Masa tenang berlangsung mulai 12 Februari hingga 14 Februari 2017. KPU DKI Jakarta mengingatkan semua pihak bahwa tidak boleh ada kegiatan kampanye di kurun waktu tersebut.
Selama masa tenang ini, para cagub dan cawagub DKI Jakarta telah merencanakan sejumlah agenda. Cagub DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Yudhoyono, berencana akan menunaikan ibadah umrah. Sedangkan Cawagub DKI Jakarta Sylviana Murni akan berdoa di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok mengatakan akan blusukan tiap satu atau dua minggu sekali. Demikian pula dengan Djarot. Dia mengatakan akan melakukan sejumlah tugas, salah satunya meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
Sementara itu, Cagub dan Cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno juga punya agenda saat masa tenang. Anies mengatakan akan berada di Jakarta dan melakukan sejumlah kegiatan. Sedangkan Sandiaga mengaku akan menunaikan ibadah umrah.
Berikut kisah mereka di masa tenang Pilkada:
Agus Umrah, Sylvi Berdoa di Jakarta
|
Foto: Rengga Sancaya
|
"Saya ingin menyerahkan diri kepada Allah. Saya akan berangkat ke Mekkah untuk umrah," ujar Agus setelah menghadiri acara istigasah bersama 48 ormas Islam se-DKI di Lapangan BloK S, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (9/2/2017).
Sementara itu, pasangan Agus dalam kontestasi Pilkada DKI, Sylviana Murni, punya rencana lain. Sylvi mengaku akan tetap berada di Jakarta.
Adapun kegiatan Sylvi adalah berdoa. Sylvi akan berserah diri kepada Allah saat masa tenang Pilgub Jakarta.
"Saya berdoa di Jakarta," ucap Sylvi singkat saat ditemui di Wisma Proklamasi, Jl Proklamasi No 41, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/2/2017).
Ahok dan Djarot Kembali ke Balai Kota
|
Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom
|
"Kita kalau balik, minimal dua minggu atau seminggu sekali harus (blusukan) bawa karena sistem sudah tersusun," kata Ahok seusai blusukan di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (8/2/2017).
"Sejak saya masuk kan sudah tersusun di kantor administrasi, sekarang sistem mulai jalan nih," imbuhnya.
Bukan tanpa alasan Ahok akan tetap blusukan meski sudah aktif menjadi Gubernur DKI. Dia ingin melihat langsung ke lapangan apa saja yang akan disusun dalam rencananya untuk selanjutnya segera dieksekusi. "Untuk lihat langsung ke lapangan, mana rencananya, mana yang akan kita implementasikan," ujarnya.
Selain itu, dengan blusukan, Ahok bisa langsung mengawasi oknum-oknum dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mungkin mempengaruhi masyarakat. Salah satunya dalam hal relokasi warga bantaran sungai. Apalagi Ahok menemukan fakta bahwa kebanyakan warga setuju untuk dipindah ke rusun.
Sedangkan Wagub DKI Jakartab nonaktif Djarot Saiful Hidayat sudah menyusun kegiatan yang akan dilakukannya, salah satu adalah meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
"Ketika kami aktif, akan segera meresmikan beberapa RPTRA, salah satunya yang di Kalijodo. Ke depan, setelah masing-masing kelurahan ada RPTRA, akan kita pilih wilayah-wilayah RW yang padat, kalau butuh RPTRA, akan kita bangun," kata Djarot.
Djarot mengatakan bukan hanya RPTRA yang akan mereka resmikan, tapi juga tempat wisata kuliner di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan pasar perkulakan.
Menurut Djarot, sidang Ahok yang minggu depan akan digeser ke hari Senin tidak akan banyak mempengaruhi kinerja mereka di Balai Kota. Karena, sejak hari Minggu (12/2) nanti, saat hari pertama mereka kembali aktif, mereka akan langsung bekerja. Adapun kegiatan bertemu dengan warga, yang biasa dilakukan tiap pagi di pendapa Balai Kota, Djarot mengatakan akan tetap berlangsung namun durasinya akan dipersingkat.
Anies di Jakarta, Sandiaga Umrah
|
Foto: Noval Dhwinuari Antony/ detikcom
|
"Kalau saya umrah sih, saya berangkat umrah setelah masa kampanye usai tanggal 11 Februari. Rencananya, insya Allah, kalau semua dilancarkan, saya mau pergi umrah sampai pencoblosan," ujar Sandiaga kepada wartawan di Jalan Kesatrian V RT 21 RW 03, Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur.
Sandiaga rencananya akan kembali ke Tanah Air menjelang hari pencoblosan. Sebelum berangkat, dia meminta tim advokasi dan hukum Anies-Sandi menyelesaikan masalah KTP ganda.
Sandiaga menilai ada potensi tumpang-tindih jika KTP ganda baru dikumpulkan dalam waktu dekat ini. Dia meminta semua pihak terus memonitor perkembangan isu tersebut. "Kalau misalnya 7 hari setelah ini baru disetor 50-an ribu, sementara yang sisanya itu belum disetor, ini ada potensi tumpang-tindih, potensi ganda. Jadi saya ingin mengajak semua pihak, mungkin memonitor perkembangan ini," jelasnya.
Pada hari pemilihan nanti, Sandiaga juga meminta relawannya menjalani salat subuh berjemaah dan doa bersama sebelum berangkat menuju TPS. "Bagi yang beragama muslim atau berdoa bagi agama yang lainnya, dan setelah itu siap-siap pulang ke rumah mandi, pakaian rapi, dan langsung ke TPS ngantri. Ini insya Allah bisa memastikan bukan adanya penggalangan massa, tapi betul-betul tertib, kita dalam beribadah, tapi tertib juga dalam menggunakan hak pilih kita nanti," lanjutnya.
Halaman 2 dari 4











































