Wakil Kepala Kepolisian Resor Rembang Kompol Pranandya Subiyakto mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 20.00 WIB hari Jumat (10/2/2017) malam kemarin. Dari keterangan saksi, lebih dari 20 pria datang dan melakukan pembongkaran.
"Terjadi pembongkaran, termasuk portal dari bambu yang menutup akses pabrik semen," kata Pranandya kepada detikcom, Sabtu (11/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tenda warga milik pro-(pabrik semen) juga dibongkar. Kayunya dipindahkan 10-20 meter dari lokasi tenda. Tumpukan kayu dibakar, jadi tidak dibakar saat tenda berdiri," pungkasnya.
Selain tenda, ada bangunan kayu yang biasa digunakan untuk beribadah yang juga dirobohkan. Sempat santer kabar Kitab Suci serta alat ibadah ikut dibakar dalam peristiwa tersebut. Namun polisi memastikan petugas keamanan pabrik semen sempat menyelamatkan barang-barang di dalamnya.
"Di dalamnya ada mukena, sarung, Alquran, ada sajadah, ada buku bacaan. Disimpan Ahmad Yusup, dia head security unit di pabrik semen. Sekarang barang tersebut sudah diamankan di Mapolres Rembang," terang Pranandya.
Saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan para saksi diawali dari empat petugas keamanan di pabrik semen. Nantinya delapan orang yang ada di lokasi saat kejadian juga akan dimintai keterangan.
"Nanti kita mintai keterangan bergantian. Kami cari tahu siapa pelakunya. Yang melakukan pembongkaran kami selidiki," pungkas Pranandya. (alg/tor)











































