Ini Penjelasan Anies Tentang Konsep Rumah Tanpa DP

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Sabtu, 11 Feb 2017 00:46 WIB
Anies dan Sandiaga konferensi pers usai Debat Pamungkas Pilkada DKI. Foto: Noval Dhwinuari Antony/ detikcom
Jakarta - Cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ditanya masalah rumah tanpa uang muka (DP) yang disampaikannya di debat Pamungkas Pilgub DKI oleh pasangan nomor urut dua, Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Konsep tersebut dikatakannya tidak jauh beda dengan skema Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

"Sederhana saja, anda lihat skema KPR yang sekarang ada, jadi Perbankan dan KPR, sama semuanya, bedanya adalah down payment (DP) nya. Jadi tidak ada yang berubah dari sisi pembiayaan. Skemanya KPR, tetapi down paymentnya," ujar Anies pada konfrensi pers usai debat kandidat Cagub-Cawagub DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2017).

Sama seperti syarat KPR pada umumnya, nantinya pihak bank akan mengecek rumah yang akan dikredit. Namun Anies menegaskan jika program tersebut bukanlah program kredit rumah gratis.

"Dicek rumahnya, kelayakannya, semua perizinannya, bedanya adalah down payment. Jadi hati-hati, jangan sampai kredit gratis, tidak ada kredit gratis. Jadi yang benar adalah kredit seperti KPR biasa, hanya down paymentnya nol," jelasnya.

Anies juga menegaskan jika program tersebut bukan untuk membangun perumahan. Namun hanya memberikan kredit rumah yang berada di wilayah Jakarta.

"Jangan keliru ya, kami bukan mau membangun perumahan. Ini adalah anda mau kredit, ambil dengan Bank DKI, lalu anda mendapat kredit itu dengan DP nol," papar Anies.

"Jadi bukan kita bikin rumah, kita nggak bikin rumah, jadi jangan di atas kita mau bangunnya ke atas, ke kanan, ke kiri, bukan. Ini skema pendanaannya. Rumahnya di mana dan sebagainya, yang penting adalah semua berada di wilayah DKI," sambung mantan Mendikbud ini.

Sebelumnya dalam debat, Cawagub Djarot Saiful Hidayat melontarkan serangan tajam ke Anies-Sandi terkait program rumah tanpa DP mereka. Pasangan nomor urut dua itu diminta untuk tidak obral janji dan memberikan program yang sulit dilaksanakan.

"Ada program rumah untuk rakyat tanpa uang muka dicicil selama 30 tahun tanpa DP. Saya ingin tanya, di mana rumahnya, berapa ukurannya, siapa yang mendapatkannya dan pakai itu sesuai dengan aturan Kemenpera?" tutur Djarot saat debat, Jumat (10/2).

"Untuk pasangan nomor 3, kami ingin mengingatkan di Pilkada janganlah kita obral janji di awang-awang yang tidak bisa dilaksanakan. Beri masyarakat program konkret dan pasti dilaksanakan," tambahnya.

Ini Penjelasan Anies Tentang Konsep Rumah Tanpa DPFoto: Rengga Sancaya


Program Perempuan Wirausaha Mandiri Terkesan Merumahkan Perempuan, Ini Penjelasan Anies

Anies saat debat juga ditanya soal ide dari program wirausaha mandiri yang dinilai terkesan mendomistikasi (merumahkan) perempuan. Program yang merupakan bagian dari program OK OCE tersebut menurutnya adalah untuk semua.

"Jadi kita ingin ada kesamaan kesempatan dan ini maistreaming. Program OK OCE itu baik untuk kaum perempuan dan untuk kaum laki-laki," urai Anies pada konfrensi pers usai debat kandidat Cagub-Cawagub DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2017).

Program ini disampaikan dan disebutkan saat debat karena saat itu pihaknya tengah berbicara tentang pemberdayaan perempuan. Namun pada dasarnya program ini dikhususkan bagi mereka yang berada di rumah dan ingin memiliki kegiatan usaha.

"Jadi bukan sekedar dirumahkan. Tapi yang sudah dirumahkan ingin ada usaha. Dan kami menemukan di lapangan, itu ada banyak sekali ibu-ibu yang bilang kami ingin punya kegiatan di rumah," kata Anies.

"Jadi ketika kami punya kegiatan di rumah kami punya kesulitan untuk dapat kredit. Kenapa, karena mereka bukan institusi punya CV punya PT," imbuh dia.

Untuk itu Anies menegaskan jika program OK OCE terbuka untuk semua kalangan masyarakat Ibu Kota. Program wirausaha perempuan mandiri hanya bagian dari OK OCE yang hendak memberdayakan perempuan yang ingin memiliki usaha di rumah agar lebih mandiri. Jika hal ini terjadi, maka perempuan yang berada di rumah juga akan menjadi bagian dari gerakan ekonomi khususnya di Ibu Kota.

"Jadi kami hadir sebagai solusi bagi mereka yang memilih berada di rumah. Tetapi program itu sendiri untuk semuanya, termaksud warga yang penyandang disabilitas," pungkas Anies.



(nvl/elz)