Pengaruh Debat ke-3 Terhadap Elektabilitas Agus, Ahok, dan Anies

Debat Cagub DKI

Pengaruh Debat ke-3 Terhadap Elektabilitas Agus, Ahok, dan Anies

Andhika Prasetia - detikNews
Sabtu, 11 Feb 2017 00:05 WIB
Pengaruh Debat ke-3 Terhadap Elektabilitas Agus, Ahok, dan Anies
Cagub-Cawagub DKI usai debat pamungkas (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta selesai menjalani sesi debat pamungkas malam ini. Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saling adu gagasan untuk membagun Jakarta.

Seberapa besar pengaruh debat terhadap elektabilitas tiap-tiap pasangan calon Cagub-Cawagub DKI Jakarta?

Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun saat ini, range undecided voters yang menonton acara debat sekitar 45 sampai 54 persen. Artinya ada separuh dari swing voters yang berpotensi bisa terpengaruh oleh penampilan tiga pasang kandidat dalam debat tadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rico, jika undecided voters berkisar 15 sampai 20 persen, artinya ada skitar 8 sampai 10 persen suara tambahan yang diperebutkan ketiga kandidat. Sisanya yakni sekitar 10 persen calon pemilih akan menunggu hari pencoblosan.

"Berkaca dari data survei yang kami lakukan pada debat 1 dan 2, range undecided voters yang menonton acara debat sekitar 45 sampai 54 persen, artinya ada separuh dari swing voters yang bisa terpengaruh. Kalau undecided berkisar 15 sampai 20 persen, artinya ada skitar 8 sampai 10 persen suara tambahan yang diperebutkan ketiga kandidat. Sisanya 10 persen lainnya masih menunggu manuver hingga hari H," jelas Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun melalui pesan singkat, Jumat (10/2/2017) malam.

Namun, kata Rico, masih ada dinamika yang terjadi di luar debat seperti aksi damai 112 pada Sabtu (11/2) hari ini. Selain itu, faktor-faktor yang masih dapat mengubah elektabilitas Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, maupun Anies-Sandi yakni isu-isu terkini dari ketiga pasangan calon tersebut di luar Pilkada.

"Namun masih ada dinamika sosial politik di luar debat yang tetap bisa merubah bahkan menutup efek debat. Contohnya giliran aksi 112 dan dinamika rangkaian isu identitas yang masih bergulir di luar. Atau bila ada peningkatan ekskalasi isu skandal korupsi yang menerpa siapa saja dari ketiga calon," ujar Rico.

Debat pamungkas Pilgub DKI 2017 mengusung tema 'Kependudukan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan, Antinarkoba, dan Kebijakan terhadap Penyandang Disabilitas'. Debat yang dipandu oleh Alfito Deannova berjalan seru dengan adu gagasan hingga saling 'serang' kepribadian antarcalon.

Usai debat, tahapan Pilgub DKI akan memasuki masa tenang kampanye pada 12 hingga 14 Februari 2017 mendatang. (dkp/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads