Saat Anies Minta Nasihat ke Sylvi Soal Pengelolaan Satpol PP

Saat Anies Minta Nasihat ke Sylvi Soal Pengelolaan Satpol PP

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 10 Feb 2017 21:44 WIB
Saat Anies Minta Nasihat ke Sylvi Soal Pengelolaan Satpol PP
Foto: Gibran Maulana/detikcom
Jakarta - Sesi debat semakin memanas. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapat giliran untuk bertanya kepada Agus Yudhoyono-Sylviana Murni. Pertanyaan yang dilontarkan oleh Anies kepada Sylvi yakni terkait Satpol PP. Hal itu melihat rekam jejak Sylvi yang pernah menjabat sebagai Plt Kepala Satpol PP DKI Jakarta pada saat Joko Widodo menjabat sebagai Gubernur.

"Saya ingin bertanya untuk Ibu Sylvi terkait Satpol PP. Satpol PP adalah salah satu institusi yang paling ditakuti oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL). Oleh warga juga ditakuti karena kehadirannya mengancam. Sebagai salah satu orang yang pernah memimpin (Satpol PP), bila kami terpilih menjadi gubernur, apa nasihat ibu kepada kami untuk mengelola Satpol PP di Jakarta?" tanya Anies, Jumat (10/2/2017).

Mendengar pertanyaan itu, Sylvi sempat tersenyum. Ia pun maju untuk menjawab pertanyaan dari Anies. Sylvi menjelaskan, di bawah kepemipinannya banyak daerah-daerah PKL di Jakarta yang kini menjadi tertata rapi. Menurutnya, Satpol PP bisa dikelola secara humanis tanpa menimbulkan ketakutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Jokowi yang mengangkat saya sebagai Plt Kepala Satpol PP. Satpol PP bisa dikelola secara humanis. Sebagai bukti, ketika PKL mestinya digusur, saya mengatakan jangan digusur. Ini ditata. Saya punya contoh. Misal di Jalan Sabang, Kampung Lima, itu menjadi PKL terbaik dengan food security yang higienis se-Asia tahun 2010," kata Sylvi.

Menurutnya, hal terpenting untuk mengelola Satpol PP dan pemerintahan yakni dapat menggunakan hati. "Bagaimana kita memimpin dengan hati. Itu yang penting," ungkap Sylvi.

Kemudian Sylvi mempersilakan kepada Agus untuk meneruskan jawaban soal Satpol PP. Menurut Agus, Satpol PP harus diberdayakan sesuai dengan fungsi dan tugasnya.

"Satpol PP diberdayakan sesuai Tupoksi membantu gubernur untuk melakukan penertiban terhadap hal-hal yang mengganggu lingkungan. Bukan untuk mengusir PKL tidak dengan manusiawi. Justru sebaliknya. PKL harus diberdayakan sebaik-baiknya karena itu jadi pergerakan ekonomi kerakyatan," papar Agus.

Mendengar tanggapan dari Agus serta Sylvi, Sandiaga pun memberikan reaksi. Ia setuju soal memimpin dengan hati yang telah dijabarkan oleh Sylvi.

"Kami melihat betul, untuk memimpin harus dengan hati. Kami punya program OK OCE yang bisa mengangkat pemberdayaan perempuan. Bagaimana skill jejaring dan akhirnya kita bisa hadirkan untuk mereka kesejahteraan yang diinginkan PKL. Kami yakin akan menghadirkan itu untuk lima tahun ke depan," kata Sandiaga.

Sesi saling tanggap pun terjadi. Agus kembali menanggapi pernyataan dari Sandiaga. Agus menjelaskan di Jakarta butuh pemimpin yang punya visi untuk menata dan memberdayakan PKL dengan lebih baik. Selain itu, pengelolaan Satpol PP juga harus menggunakan logika dan hati yang baik.

"Pembangunan di Jakarta harus berkeadilan. Tangan-tangan di Pemprov DKI termasuk Satpol PP, logika dan hati yang baik ini esensi kepemipinan memengaruhi orang lain secara ikhlas. Mengikuti kita bukan hanya dengan kekuasaan, kekuatan,pembersihan dan penertiban selama-lamanya ini nggak benar. Harus kita ubah," tutup Agus. (nkn/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads