"Kalau saya ibaratkan, Gubernur DKI ini Letjen, 3 bintang. Letjen sekalipun tidak bisa menghukum orang yang melanggar narkoba," kata Ahok di arena debat di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika kami masuk ke rumah susun Marunda, dari 10 anak usia 13-18 tahun, itu ditemukan 7 anak pakai narkoba, dari kecil sudah biasa pakai lem. Lalu bagaimana mengatasinya? Belum lagi berbicara kenakalan pornografi. Di lantai atas itu banyak sekali ditemukan karet kondom. Kenapa? Ini fakta Jakarta," beber Ahok.
Ahok mengatakan masalah narkoba dan pornografi ini ditanggulangi dengan pendampingan. Pemprov DKI sudah memiliki tim pendampingan profesional yang mandiri.
"Saya hitung pendampingan minimal 3 tahun. Kami juga membuat kegiatan seni budaya dan olahraga yang mengalihkan anak-anak ini, untuk berprestasi," papar Ahok.
Ahok mengatakan Pemprov DKI menggelar pertandingan sepak bola Rusun Cup. Pemenang Rusun Cup ini dikirim ke Barcelona.
"Kenapa? Agar mereka percaya diri. Kenapa kami dorong KJP gesek, agar mereka tidak merasa berbeda dengan anak-anak lainnya," ujar Ahok.
Ahok juga mengatakan dia mensubsidi kebutuhan pangan penghuni rusun. Daging sapi bisa dibeli dengan harga Rp 35 ribu rupiah. Dia juga memamerkan keberanian menutup tempat hiburan yang jadi tempat transaksi narkoba. (tor/fjp)











































