"Secara nasional Indonesia menerima bonus demografi 2020-2030 jumlah penduduk usia kerja jauh lebih besar dari penduduk non angkatan kerja. Dampak utama lapangan kerja perlu disiapkan bagi pendatang baru dalam pasar kerja tersebut. Kebijakan apa yang disiapkan bagi Anda calon pemimpin DKI untuk bonus demografi?" tanya Alfito, Jumat (10/2/2017).
Ahok menjelaskan saat ini Indonesia, khususnya Jakarta memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk menghadapinya, beberapa sektor perlu dipersiapkan mulai dari pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ahok juga menjelaskan program untuk menghadapi MEA yakni bagi para pegawai dengan gaji Upah Minimum Provinsi (UMP) gratis jika naik TransJakarta.
"Karyawan gaji UMP nggak bayar mau naik TransJakarta. Anak-anak yang bersekolah di PTN dapat Rp 18 juta. Selain itu untuk mengurus sertifikat hak milik jika nilainya Rp 1 Miliar ke bawah tidak bayar. Kita jadi tuan rumah di provinsi sendiri. Kita juga ada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kita jadi pelayan untuk warga DKI," jelas Ahok.
"Dengan modal pendampingan pelatihan, kita akan siap menghadapi perdagangan bebas di Asia Tenggara, persaingan global dan bonus demografi," tutup Ahok. (nkn/van)










































