"Hoax itu datangnya dari mana, itu datang dari negara tetangga kita. Kita punya cyber crime, kita telusuri. Tadinya kalau nggak Malaysia, Singapura atau Australia," ujar Iriawan dalam silaturahmi kamtibmas di Jl Nuri, Cibodas, Tangerang, Jumat (10/2/2017).
Penyebaran hoax menurut Iriawan semakin berkembang terkait momen pilkada serentak. Namun yang paling dominan terjadi di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan i Jl Nuri, Cibodas, Tangerang, Jumat (10/2/2017). Foto: Ahmad Bil Wahid-detikcom |
Masalah hoax ini sambung Iriawan sebagai persoalan yang dihadapi dunia. Masyarakat tetap selektif menerima informasi.
"Dunia sekarang sedang menghadapi itu. Masyarakat sekarang sudah cukup kritis, cukup pintar mana yang betul dan mana yang tidak. Untuk itu saya menghimbau jangan cepat percaya dengan isue yang ada," lanjutnya.
Iriawan juga meminta masyarakat melapor jika ada informasi yang tak jelas. Polisi dipastikan siap mengecek kebenaran informasi yang diterima masyarakat.
"Bisa ditanyakan kepada kita, kepada kepolisian. Kita punya cyber army, bisa memonitor memastikan itu hoax atau tidak," ujarnya.
(fdn/rvk)












































Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan i Jl Nuri, Cibodas, Tangerang, Jumat (10/2/2017). Foto: Ahmad Bil Wahid-detikcom