Wiranto Lapor ke Jokowi soal Aksi 112

Wiranto Lapor ke Jokowi soal Aksi 112

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 10 Feb 2017 18:08 WIB
Wiranto Lapor ke Jokowi soal Aksi 112
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto melapor kepada Presiden Joko Widodo terkait perkembangan kondisi terkini di Ibu Kota. Dia menjamin aksi 112 yang diikuti sejumlah ormas Islam akan berjalan aman dan tertib.

"(Jokowi) baru pulang dari Ambon, dan saya melaporkan keadaan, situasi terakhir," kata Wiranto setelah bertemu dengan Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Wiranto menjelaskan pertemuan dengan GNPF MUI pada Kamis (9/2) kemarin menghasilkan kesepakatan soal aksi besok. Aksi 112 tak akan mengganggu masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Intinya, jangan sampai kegiatan-kegiatan dari kelompok, ormas mana pun, mengganggu kegiatan masyarakat. Agar tidak mengusik ketenteraman dan ketenangan masyarakat dalam rangka melakukan suatu pemilihan kepala daerah," kata Wiranto.

Ia percaya GNPF MUI dan masyarakat yang mengikuti aksi 112 besok bakal menjaga ketertiban. Jaminannya adalah kepercayaan publik.

Mereka sudah membuat pernyataan lewat pemberitaan yang tersiar yang menjamin aksi besok bakal aman. Bila mereka melanggar kesepakatan, tentu penegak hukum akan tegas menyikapnya.

"Itu jaminan moral yang luar biasa berat. Dan kalaupun ada pelanggaran-pelanggaran hukum dan peraturan, saya sudah sampaikan bahwa terhadap setiap pelanggaran, kepolisian akan bertindak tegas, tidak pandang bulu. Dan ini saya kira suatu gentlemen's agreement," kata Wiranto.

Masyarakat diharapkan tidak lagi khawatir terhadap kondisi esok hari. Wiranto juga mengajak masyarakat agar tak mudah percaya terhadap informasi-informasi liar yang berpotensi memperburuk keadaan.

"Saya harapkan masyarakat juga tenang, jangan sampai terpengaruh oleh hoax, provokasi-provokasi yang tidak bertanggung jawab, yang menggunakan momen ini justru untuk membuat keadaan semakin keruh," kata Wiranto.



(dnu/fdn)


Berita Terkait