Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKI
Momen Penting

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKI

Indah Mutiara Kami, Andhika Prasetia - detikNews
Jumat, 10 Feb 2017 17:49 WIB
Foto: Ilustrasi: Zaki Alfarabi
22:28

Pernyataan Penutup 3 Cagub di Debat Pamungkas

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Rengga Sancaya

Di sesi terakhir, tiap calon memberikan pernyataan penutup. Anies Baswedan menekankan bahwa Jakarta menginginkan gubernur baru.

"Mayoritas warga Jakarta ingin gubernur baru. Selama 4 bulan, kita kerja sama-sama. PKS dan Gerindra kerja bersama-sama. Itu semua hanya Allah yg menentukan, takdirnya dituliskan, kita hanya ikhtiar. Allah yang bisa membolak-balikan pikiran. Kami ingin ucapan terima kasih," ucap Anies.

Sementara itu, Agus Yudhoyono mengatakan perbaikan karakter sulit dilakukan dan kekerasan yang dilakukan oleh pemimpin tidak bisa diterima. Dia juga menekankan bahwa membangun Jakarta butuh konsistensi.

Selama 4 bulan gerilya, mereka menyampaikan butuh pemimpin baru yang cinta rakyatnya. Kebahagiaan tidak hanya dari dompet, tetapi dengan akal dan budi. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruhnya yang ingin perubahan, Insya Allah kita akan memimpin Jakarta lebih baik lagi," ucap Agus.

Giliran Ahok, dia didampingi Djarot yang membawa foto Kalijodo. Perubahan kawasan itu ditekankan oleh Ahok.

"Ini gambaran Kalijodo, tempat perempuan diperdagangkan. Kami bukan jual progam, kami ubah taman," ucapnya.

Ahok mengumpamakan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi sebagai om dan tante. "Om tante datang ke rumah lalu mengiming-imingi kasih Rp 1 M, mau kasih rumah murah. Janganlah karena mau jadi gubernur, ini ibarat om dan tante merusak aturan," tambah Ahok.

22:15

Agus, Ahok, Anies Bicara Soal Kelebihan Pesaing

Ahok-DjarotAhok-Djarot / Foto: Rengga Sancaya

Di sesi ini, tiap pasangan calon mendapat pertanyaan yang sama. Pertanyaannya yaitu soal sisi positif terkait kepemimpinan dari calon lain. Ahok-Djarot mendapat kesempatan pertama.

"Untuk paslon nomor 1, mereka berani menyampaikan sesuatu meskipun di lapangan sulit dilaksanakan, tapi yakin banget," ucap Djarot.

"Pak Anies jadi menteri diberhentikan karena tidak cepat eksekusi program kabinet. Tapi ada kesantunan yang ditularkan. Kami apresiasi 2 pasangan yang mendukung pilkada damai," sambungnya.

Anies-Sandiaga / Anies-Sandiaga / Foto: Rengga Sancaya

Anies lalu menjawab pertanyaan yang sama. Dia menegaskan bahwa Pilkada DKI ini adalah untuk warga Jakarta dan warga harus mendapat kemajuan.

"Saya kekayaan terendah, tapi untungnya wakil saya lumayan kaya. Misalnya Pak Agus gagah bisa berenang jauh, wakil saya juga bisa mengimbangi berenang jauh, not bad. Pak Agus seperti Usman bin Affan. Beliau menyebut saya seperti Abu Bakr ash-Shiddiq. Tetapi ini Jakarta, kita akan konsisten di sana," ungkapnya.

Agus Yudhoyono / Agus Yudhoyono / Foto: Rengga Sancaya

Giliran Agus, dia menyebut kelebihan Ahok adalah lugas. "Tapi harus dibedakan antara tegas dan kasar. Ini menjadi pembeda," ucapnya.

Sementara untuk Anies, Agus menyebut pesaingnya itu pandai berkata-kata dengan teori. Tapi ada pula hal yang dia pertanyakan.

"Saya masih pertanyakan integritas dan konsistensi sebagai pemimpin," ujar Agus.

22:05

Debat Ahok vs Anies Soal Kekerasan di Sekolah

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Rengga Sancaya

Anies memberi pertanyaan ke Ahok-Djarot soal kekerasan di sekolah. Dia meminta pasangan nomor urut 2 itu mengurangi kekerasan di sekolah.

"Sebetulnya sudah kami lakukan, kalau melakukan bullying maka anda dikeluarkan," ucap Ahok.

Dia lalu menceritakan kisah sang adik perempuan saat terlibat perkelahian dan akhirnya tidak bisa naik kelas. Namun, kini adiknya bisa mendapat pendidikan yang baik.

"Itu kami terapkan di Jakarta, kalau yang bullying tidak boleh naik kelas. Biasanya dengan hukuman tidak naik kelas setahun biasanya mendidik, tetapi juga butuh sanksi dari orang tua," jawab Ahok.

Solusi dari Ahok itu dinilai Anies kurang tepat. Mengeluarkan siswa dari sekolah dianggap bukan jalan keluar.

"Mereka harus lebih banyak dididik. Saat saya sebagai mendikbud mengeluarkan Permendikbud, membuat gugus level sekolah" papar Anies.

Djarot lalu bicara soal aturan di sekolah negeri tentang kekerasan dan narkoba. Dia menyebut siswa yang terlibbat akan diberi penjelasan.


21:57

Sylvi Tanya Konsistensi Anies, Sandiaga Beri Penjelasan

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Rengga Sancaya

Sylviana mengungkit soal konsistensi ketika bertanya ke Anies. Dia meminta Anies menjelaskan caranya menyikapi inkonsistensi, termasuk melihat latar belakang Anies.

Anies lalu memberi jawaban soal sikapnya ketika merencanakan kepentingan publik. Dia mengedepankan open governance dengan melibatkan masyarakat.

"Kami melibatkan masyarakat dengan sosialisasi, konsultasi, partisipasi, kolaborasi," jawab Anies.

Jawaban itu kembali ditanggapi, kini oleh Agus. Dia menekankan pertanyaannya, yaitu soal konsistensi kepemimpinan.

"Konsistensi juga jadi sikap. Mohon dijelaskan, seberapa Pak Anies yakinkan bahwa itu bisa dilakukan untuk Jakarta?" tanya Agus.

Giliran Sandiaga yang menjawab. Dia lalu menjelaskan kronologi bagaimana awalnya dia yang berniat jadi cagub, kemudian Anies bergabung.

"Saya yang paling tanggung jawab, yang dulu cagub itu saya, saya yang jalan 1 tahun menyapa Jakarta. Lalu Mas Anies gabung, malam-malam sekali itu. Saya sampaikan ini dan ada Pak prabowo juga, lalu kita berdamai dengan masa lalu," ujar Sandiaga.

"Saya yakinkan teman-teman Gerindra, teman-teman PKS, mereka legawa. Saya yakin dengan Mas Anies bisa memimpin tanpa beban politik," pungkasnya.

21:48

Tanya ke Agus, Djarot Kembali Ungkit 'Rumah Apung'

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Rengga Sancaya

Djarot yang mendapatkan kesempatan bertanya ke Agus, kembali mengungkit soal 'rumah apung' yang sempat ramai dibicarakan. Program Rp 1 miliar tiap RW juga ditanyakan kembali.

"Ini gagal fokus, mempertanyakan sesuatu yg hoax. Rumah apung itu ada di negara lain, saya sampaikan membangun tanpa menggusur itu memungkinkan, tetapi tidak ada yang menetapkan membangun rumah apung sebagai program unggulan," jawab Agus.

Agus menegaskan dia akan membangunhunian layak tanpa menyewa. Warga juga akan disipkan lapangan usaha yang baik.

Djarot lalu balas menunjukkan foto sungai yang dijanjikan oleh dia dan Ahok. Sempat disinggung Agus soal pemimpin yang selalu curiga, Djarot lalu memberi jawaban.

"Kita tidak curiga, tapi jangan jebak utk lakukan tindak pidana korupsi," ucap Djarot.

Perdebatan soal 'rumah apung' pun bergeser menjadi karakter saling curiga. Menurut Agus, karakter itu sulit diubah.

"Orang bijak mengatakan 'memang kalau sudah karakter susah diubah'. Kalau mencurigai, sampai kapanpun begitu. Bagaimana Anda yang punya inisiatif bangun lingkungan, kemudian dicurigai korup. Saya bertemu ke RT/RW mereka katakan mendamba-dambakan itu karena selama ini tidak pernah didengar, mereka takut, takut dimaki-maki pemimpinnya, bukan merealisasikan," papar Agus.

21:39

Saat Sandiaga Minta Saran ke Sylviana Soal Satpol PP

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Rengga Sancaya

Mendapat kesempatan pertanyaan, Anies memilih untuk meminta saran ke Sylviana. Dia meminta saran soal Satpol PP.

"Bu Sylvi sebagai orang yang pernah memimpin, apa nasehat anda untuk kami?" tanya Anies.

Sylviana lalu menceritakan pengalamannya ketika menertibkan PKL. Di antaranya adalah di Jalan Sabang dan Menteng.

"Kita memimpin dengan hati, tetap ada ketegasan. Saya bersyukur saya dampingi gubernur yang luar biasa, Mas Agus ahli keamanan," jawab Sylviana.

Diminta Sylviana, Agus lalu bicara bahwa Satpol PP harus diberdayakan sesuai tupoksinya. Dia tidak ingin Satpol PP tidak manusiawi.

"Bukan untuk mengusir PKL dengan tidak manusiawi, PKL harus diberdayakan sebaik-baiknya," jawab Agus.

Sandiaga lalu menceritakan pengalamannya soal Ibu Cecep yang khawatir dengan Satpol PP. Untuk pemberdayaan PKL, Sandiaga menawarkan OK OCE.

"Agar dapat akses pemberdayaan hingga permodalan, dan kami yakin akan terwujud dalam 5 tahun ke depan," ucap Sandiaga.

Terakhir, Agus bicara soal penataan PKL dengan baik. Dia menegaskan memimpin di Jakarta harus adil.

"Jangan sampai yang lemah tergusur, pembangungan di Jakarta harus berkeadilan. Satpol PP juga harus gunakan logika yang baik, memang terkesan klise, inilah yang harus dilakukan bukan hanya dengan kekuasaan. Ini tidak benar dan harus kita ubah," ucap Agus.

21:20

Debat Ahok-Djarot dan Anies-Sandi Soal Rumah Tanpa DP

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Rengga Sancaya

Mendapat kesempatan untuk bertanya ke Anies-Sandi, Ahok-Djarot bertanya soal program rumah rakyat yang tanpa down payment (DP). Djarot mempertanyakan mulai dari lokasi rumah hingga peraturannya.

"Janganlah kita obral janji, kasih kepada masyarakat program konkrit. Ada program rumah untuk rakyat, saya ingin tanya di mana rumahnya, berapa rumahnya, siapa yang mendapatkan, ada peraturannya, apakah sesuai peraturan dari Kemen PUPERA?" tanya Djarot.

Saat Anies menjawab, audionya sempat hilang. Anies menyatakan bahwa di program ini, warga Jakarta bisa memiliki rumah di mana saja. "Dengan skema ini, warga bisa memiliki saldo, sesudah itu berhak mendapat kredit tanpa uang DP," jawabnya.

Ahok lalu bicara alasan Djarot bicara soal perumahan. Baginya, kesejahteraan itu penting. Daripada rumah rakyat tanpa DP, Ahok menawarkan janji lain.

"Kami beri solusi, kami siapkan rusun," ucap Ahok.

Sandiaga ganti menjawab. Dia mengaku diminta Anies menghitung terkait programnya. Dengan pengalaman soal keuangan, Sandiaga yakin program itu bisa diwujudkan.

"Kita ingin wujudkan impian warga Jakarta tidak hanya memiliki motor, tetapi rumah pribadi. Kita akan beri solusi sebagai pemimpin Jakarta," ucap Sandiaga

21:09

Ahok Tepis Pernyataan Anies-Sandi dan Agus-Sylvi

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Rengga Sancaya

Ahok menanggapi pernyataan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi sebelumnya. Dia menganggap dua pasangan lain membangun opini yang menyesatkan.

"Saya mohon maaf terhadap pasangan nomor 1 dan 3, kadang-kadang membangun opini menyesatkan," ucap Ahok.

Dia menyebut di dewan transportasi sudah ada penyandang disabilitas. Pihaknya juga sudah memasang fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas di transportasi.

"Mpok Sylvi mengatakan tidak ada PNS penyandang disabilitas yang kerja. Saya katakan astaga Mpok Sylvi ke mana saja? Kami ada 1 persen dan akan kami tingkatkan 2 persen," kata Ahok.

"Saya bingung kalau mengatakan PKK dibatasi, aduh...." pungkasnya.

21:04

Sylviana Soroti Karyawan Penyandang Disabilitas di Balai Kota

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Rengga Sancaya

Sylviana menanggapi pernyataan calon soal perempuan dan penyandang disabilitas. Dia menyebut saat ini di Balai Kota tidak ada karyawan yang penyandang disabilitas.

"Ketika bicara disabilitas, saya ingin konkritnya saja deh. Ada enggak sih di Balai Kota ada disabilitas? Dia padahal bisa melakukan IT di BUMD," ucapnya.

Sylviana mengaku ingin bicara soal hal konkrit. Dia lalu menceritakan pengalamannya panen saat jadi Walikota Jakarta Pusat.

"Empowerment itu penting," tegasnya.

21:00

Anies Soroti Koridor 13 yang Dianggap Tak Ramah Bagi Difabel

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Audrey Santoso/detikcom

Soal fasilitas bagi penyandang disabilitas, Anies menunjukkan gambar koridor 13 TransJakarta. Menurutnya, koridor 13 yang baru saja dibangun adalah contoh fasilitas tidak ramah disabilitas.

"Koridor 13 busway ada 10 halte. Dari 10 halte, hanya 1 yang menggunakan ramp, efeknya apa? Penyadang disabilitas, ibu hamil, semuanya tidak bisa memanfaatkan. ini baru dibangun baru-baru ini," ucap Anies yang membawa foto koridor 13.

Anies menekankan bahwa penyandang disabilitas harus dilibatkan dalam membuat kebijakan. Hal itu akan dia lakukan.

"Maka dari itu libatkan kaum disabilitas agar setiap kebijakan di kota ini untuk semua bukan sebagian sehingga penyadang disabilitas mengatakan saya bersyukur tinggal di Jakarta," ucap Anies.

"Terima kasih kepada Partai Gerindra yang mengeluarkan UU nomor 8," pungkasnya.

20:53

Janji Agus ke Penyandang Disabilitas: Transportasi dan Sekolah Inklusi

Agus Yudhoyono bicara soal janjinya bagi penyandang disabilitas. Dia akan menghadirkan transportasi yang aman dan nyaman serta sekolah inklusi.

"Selama saya gerilya, saya temui saudara penyandang disabilitas. Banyak di antara mereka mengatakan sulit dapat transportasi yang aman dan nyaman. Mereka mengatakan butuh diberdayakan, saya ingin yakinkan seluruh transportasi priotitas terhadap lansia dan disabilitas. Kita siapkan jalan datar untuk mereka tiba di halte," papar Agus.

Menurut Agus, niat baik juga diperlukan untuk memfasilitasi para penyandang disabilitas. Kesempatan pendidikan, kata Agus, juga dijamin.

"Kita ingin meningkatkan sekolah inklusi dengan jumlah 800-an agar mereka dapat mengenyam pendidikan berkualitas, butuh kebijakan yang komperehensif agar penyandang disabilitas diberdayakan," ujarnya.

20:48

Pemberdayaan Perempuan, Anies Utamakan Gerakan Bukan Program

Anies dan Sandiaga mendapat pertanyaan soal pemberdayaan perempuan. Anies lalu menjanjikan sebuah gerakan.

"Kami komit berdayakan perempuan dengan memberdayakan organisasi-organisasi, tidak ada kota lain yang memiliki organisasi pemberdayaan organisasi sebanyak di Jakarta," ucap Anies.

Anies ingin memperbanyak 'gerakan' di Jakarta. Nantinya, Anies tidak hanya menggunakan pendekatan program.

"Pendekatan gerakan, bukan proram. Secara khusus kita bangun program wirausaha perempuan mandiri, kita juga siapkan private sector sehingga perempuan di Jakarta memiliki kesempatan untuk bekerja," katanya.

20:42

Ahok Siapkan 112 hingga Trotoar untuk Penyandang Disabilitas

Masuk ke topik berikutnya, Ahok-Djarot mendapat pertanyaan soal penyandang disabilitas. Ahok diminta menjelaskan solusi bagi penyandang disabilitas yang kerap didiskriminasi.

"Kami akan menjadi provinsi pertama yang menjadi pelopor UU disabilitas. Kami mulai kenalkan 112, mirip 911. Kenapa butuh RPTRA? Kita harus kenali, penyandang disabilitas punya keunggulan," ucap Ahok.

Menurut Ahok, kemampuan tiap penyandang disabilitas berbeda. Oleh sebab itu, semua diperhatikan.

"Kita punya Jakarta Transcare, trotoar kita buat ramah disabilitas karena penyandang disabilitas bukan hanya mereka tetapi juga kita," katanya.

20:37

Anies: Perda Soal Narkoba Tak Harus Disusun untuk Pidana

Di sesi memberi tanggapan, Anies dan Sandiaga kembali menjelaskan soal RW Siaga. Angaran juga dicanangkan.

"Ketika kita buat RW siaga, program terkait kebutuhan. Anggaran bisa 2 sampai 3m. Kita bisa tingkatkan pengamanan, bahkan olahraga. Perda yang disusun bukan harus dengan pidana," ucap Anies.

Terkait narkoba, Anies juga akan memperhatikan mereka yang jadi korban. Nuansa positif diutamakan.

"Ketika terkait persoalan narkoba, mereka yang terkena narkoba harus jauh dari stigma, kita bangun nuansa positif," ujarnya.

20:34

Soal Pemberantasan Narkoba, Ahok: Gubernur DKI Itu Letjen

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Audrey Santoso/detikcom

Ahok menanggapi jawaban calon lain soal strategi pemberantasan narkoba. Menurutnya, gubernur DKI Jakarta, bila diibaratkan di tentara, punya 3 bintang.

"Gubernur DKI itu bintang 3, letjen. Letjen tidak bisa hukum (soal narkoba). Kami sadar tidak bisa membasmi narkoba sepenuhnya. Kami sadar betul, kami lakukan pencegahan," ucap Ahok.

Ahok mencontohkan bahwa penyalahgunaan narkoba masih ada di Jakarta. Oleh sebab itu, Pemprov DKI punya tim pendampingan.

"Lalu ada banyak kegiatan seni dan budaya agar anak-anak berprestasi. Ada rusun cup, kalau yang menang kami kirim ke Barcelona. lalu KJP dengan gesek, agar mereka memiliki percaya diri," ujarnya.

"Kalau ada pemakai narkoba, 2 kali saja di tempat hiburan, kami tutup dan tidak boleh buka usaha sejenis," pungkas Ahok.

20:29

Agus: Saya Punya Background Militer, Akan Tegas Berantas Narkoba

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Audrey Santoso/detikcom

Tiap pasangan calon mendapat kesempatan untuk menanggapi jawaban calon lain. Agus Yudhoyono yang dapat giliran pertama, bicara soal latar belakang militernya.

"Bagi saya, saya punya background militer. Saya akan tegas memberantas narkoba. Bandar dan pengedar tidak ada kata ampun," kata Agus.

Agus menuturkan bahwa korban penyalahgunaan narkoba akan direhabilitasi, sementara pengedar diberi hukuman yang tegas. "Ini kepedulian kita bersama," tambahnya.

Agus juga bicara soal rencananya mewujudkan Jakarta yang ramah anak. Salah satu caranya adalah lewat penambahan CCTV.

"Kita yakinkan bahwa ada cctv di mana-mana sehingga tidak ada predator. Kita tidak ingin ada yang jadi korban, ini harus kita cegah," ucap Agus.

20:25

Djarot: Kita Harus Total Menyerang Narkoba

Moderator memberi pertanyaan kepada Ahok-Djarot soal masih banyak anak-anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Djarot mengungkapkan strateginya.

"Strategi kita bangun komunitas, agar mereka bisa komunikasi salah satunya di RPTRA. Kita harus desak agar penegakkan hukum harus konsisten terhadap pengedar narkoba," ucap Djarot.

Djarot menuturkan bahwa saat ini di RS bisa rehabilitasi dan tes urine. Dia menegaskan sangat keras melawan narkoba.

"Kita harus total untuk menyerang narkoba ini. Memang masih ditemukan peredaran narkoba, kita akan tegas begitu tempat itu terbukti mengedar, setelah 2 kali peringatan akan kita tutup tempat tersebut," ungkapnya.

20:20

Sylviana: Jakarta Darurat Narkoba

Moderator Alfito Deannova memberi pertanyaan ke Agus-Sylvi soal langkah memperbaiki program rehabilitas narkoba. Sylvi lalu menjawab dengan menyebut kondisi Jakarta saat ini dari sisi penyalahgunaan narkoba.

"Saat ini, per hari ada 500 ribu penyalahgunaan narkoba. Jakarta sudah menjadi Jakarta darurat narkoba. Yang penting dari sisi keluarga, pendidikan agama itu penting," ucap Sylvi.

Program dana Rp 1 miliar tiap RW juga bisa untuk pemberdayaan. "Agar PKK ngopeni, peran PKK penting, dan jujur, di sini peran perempuan, pendidikan penting sekali," tambahnya.

Agus Yudhoyono lalu menambahkan. Dia menegaskan bahwa rehabilitas narkoba harus dilakukan bersama-sama.

"Keluarga penting, tapi pemerintah juga punya tanggungjawab moral. agar seluruh korban dapat treatment. Tidak hanya dipulihkan tp diberdayakan," ucap Agus.

20:16

Kendalikan Narkoba, Anies Siapkan RW Siaga

Sesi kedua dimulai dengan tema pemberantasan narkoba. Anies-Sandi mendapat giliran pertama dan diberi pertanyaan soal strategi mengendalikan peredaran narkoba.

"Narkoba ada sisi supply dan demand. Demand akan kita buat warga Jakarta menolak narkoba, kita akan mengaktifkan dan memperluas RW siaga," ucap Anies.

Anies menuturkan RW siaga bukan hanya fokus aspek kesehatan, tapi RW juga memperkuat ketahahan lingkungan, olahraga maupun pendidikan narkoba. Dia juga bicara soal sektor pendidikan.

"Untuk pendidikan itu diperlukan, kami sudah biacarakan bahaya narkoba sejak debat pertama. Sisi lain, kita siapkan Perda ekstra memperberat hukuman," ungkapnya.

20:12

Kembangkan Sektor Informal, Agus Tawarkan Program Dana Bergulir

Agus-Sylvi mendapat pertanyaan soal cara mengembangkan sektor informal di Jakarta. Agus menjawab dengan memaparkan program dana bergulir.

"Kami memiliki dana bergulir yang diberikan dengan tepat sasaran. Kita ingin menata PKL, kita ingin berdayakan, kita ingin libatkan seluruh elemen masyarakat," ucap Agus.

Pemprov DKI akan memberikan ruang dan peluang agar industri kreatif bisa berkembang. Perempuan dan penyandang disabilitas juga dilibatkan.

"Pada akhirnya kita semua berdaya dan meningkat kesejahteraan," ucap Agus.

20:09

Sandiaga Tawarkan OK OCE sebagai Solusi Urbanisasi

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Gibran Maulana/detikcom

Anies-Sandi mendapat pertanyaan soal urbanisasi. Sandiaga menyebut proram One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE) adalah solusinya.

"Kami siapkan OK OCE. Kita lihat bahwa menurut data bahwa 75 persen populasi dunia hidup di daerah urban. Bagaimana ciptakan lapangan pekerjaan? OK OCE," ucapnya.

Sandiaga menunjukkan sebuah sepatu yang merupakan ciptaan orang Indonesia. Baginya, itu salah satu contoh berkembangnya wirausaha.

"Kita banyak sekali menangkap wirausaha menjadi program nasional, kita akan maju terus dengan OK OCE," kata Sandiaga

20:05

Ahok Jelaskan Program Hadapi Bonus Demografi

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Gibran Maulana/detikcom

Ahok-Djarot mendapat pertanyaan soal bonus demografi yang akan 'mendatangi' Jakarta mulai 2020. Ahok pun memaparkan kebijakan yang dia rencanakan.

"Kami sadar kalau memasuki MEA, karena itu kami siapkan dari sisi kesehatan, rumah, transportasi. Pekerjaan, kami buat pelatihan, termasuk paket A,B,C bagi yang tidak lulus sarjana," papar Ahok.

Ahok menjanjikan kemudahan pelayanan sertifikat hak milik. Dia mengatakan saat ini sudah ada pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

"Kami yakin dengan izin yang baik, pendampingan yang baik, kita akan menjadi tuan dalam MEA," tegasnya.

20:01

Anies: Jakarta Tak Ramah Anak dan Perempuan, Tapi Ramah Narkoba

Di awal pemaparan visi dan misi, Anies menyapa istri semua calon, termasuk istrinya dan ibunya. Anies lalu bicara soal kondisi Jakarta saat ini.

"Jakarta hari ini adalah kota yang tidak ramah anak, tidak rama perempuan, tidak ramah anak, tidak ramah difabel, tapi amat ramah terhadap penyandang narkoba," ucap Anies.

"Kami akan mengembalikan itu semua," tegasnya.

Anies menyebut itu bukan salah satu gubernur saja. Tapi dia menjanjikan perubahan atas hal itu.

19:58

Pemaparan Visi-Misi, Ahok Jelaskan Filosofi RPTRA

Dalam pemaparan visi dan misi, Ahok menunjukkan keberhasilannya membangun RPTRA. Menurut Ahok, ada filosofi dari pembangunan RPTRA itu.

"Ini ada filosofinya, tiap rumah tangga ada yang sulit dibaca. Karena itu tiap orang butuh saling peduli satu sama lain," ucap Ahok.

Menurut Ahok, semua itu tidak lepas dari peran sang istri, Veronica Tan dan Happy yang merupakan istri Djarot. Keduanya sudah memimpin PKK.

"Kami meihat perempuan harus ada ruang yang nyaman, di RPTRA saling berbagi, bagaimana anak yanf muda di RPTRA sehingga seluruh keluarga menikmati sebuah tempat bersama sehingga silaturahmi terjalin di ibu kota," paparnya.

19:54

Agus Yudhoyono Tunjukkan Rapor Buram Jakarta Era Ahok

Debat dimulai dengan pemaparan visi-misi dari calon nomor urut 1, Agus Yudhoyono. Agus langsung memaparkan potret buram Jakarta.

"Bicara soal kualitas kehidupan, saya harus tunjukkan potret buram Jakarta saai ini," kata Agus.

Dia lalu memaparkan fakta dan data. Di antaranya adalah gizi buruk di Jakarta yang peringkat 5 terbawah yang posisinya ada di bawah Papua Barat. Dia juga menyebut angka kekerasan terhadap perempuan tertinggi di Indonesia.

"Jakarta adalah kota yang sangat tidak ramah bagi pemyandang disabilitas," ucapnya.

Solusinya, Agus akan mengoptimalkan pusat pemberdayaan perempuan dan anak. Dia juga menjanjikan bimbingan konseling untuk 430 puskesmas, merehabilitasi korban narkoba, bangun RS.

"Semua harus di-wongke, harus diorangkan," tegasnya.

19:42

Ini 4 Panelis Debat Pamungkas

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Audrey Santoso/detikcom

Moderator Alfito Deannova mengumumkan 4 orang panelis debat ketiga Pilgub DKI. Mereka adalah Komarudin Hidayat, Tolhas Damanik, Meuthia Ganie Rochman, dan Cipto Haryanto.

Ketua KPU DKI Sumarno kemudian memberi sambutan untuk membuka debat. Sumarno berharap pemungutan suara menjadi damai, bersih, dan berintegritas.

"Kami sudah berupaya menjaga integritas dan netralitas kami. Jangan goda kami dengan rayuan dan iming-iming apapun," ucap Sumarno.

19:34

Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, dan Anies-Sandi Naik Panggung Debat

Debat ketiga Cagub-Cawagub DKI 2017 dimulai. Tiga pasangan calon yaitu Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno naik ke atas panggung.

Moderator Alfito Deannova membuka jalannya debat. Tiga pasangan calon dan seluruh tamu debat kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Debat ini akan dibagi menjadi 6 sesi dari pukul 19.30-22.00 WIB. Tema debat adalah 'Kependudukan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan, Antinarkoba, dan Kebijakan terhadap Penyandang Disabilitas'.

19:19

Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot Tiba di Arena Debat

Ahok-DjarotAhok-Djarot Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom

Dua pasangan calon di Pilgub DKI, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni serta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat tiba hampir bersamaan di arena debat, Hotel Bidakara.

Kepada wartawan, Agus menyatakan siap mengikuti debat. Sementara itu, Ahok melambaikan tangan ke arah wartawan.

Debat akan dimulai pada pukul 19.30. Saat itu para tamu dan sejumlah tokoh partai politik sudah hadir di lokasi.

Live Report: Debat Pamungkas Cagub-Cawagub DKIFoto: Agus-Sylvi hadir di arena debat (Gibran/detikcom)
18:27

Polwan Siap Amankan Jalannya Debat Pamungkas

Senyum Polwan yang jaga debat / Senyum Polwan yang jaga debat / Foto: Gibran Maulana/detikcom

Beberapa polisi wanita tampak berjaga di dalam Bhirawa Hall. Mereka tampak siap untuk menjalankan tugas mengamankan debat dengan senyuman.

Di dalam Bhirawa Hall, ratusan kursi sudah siap untuk menampung masing pendukung dari 3 pasangan calon. Berbeda dengan debat sebelumnya, kursi pendukung kali ini didominasi dengan warna hitam.

Selain itu, sedang dilakukan pengecekan panggung. Ini untuk memastikan kembali panggung benar-benar siap untuk dipakai.

18:09

Sandiaga Tiba di Arena Debat, Bertemu Penyandang Disabilitas

 Sandiaga Bertemu Penyandang Disabilitas / Sandiaga Bertemu Penyandang Disabilitas / Foto: Noval Dwinuari Antony/ detikcom

Sandiaga Salahudin Uno tiba di lokasi debat di Hotel Bidakara Jakarta Selatan. Turun dari mobil Sandiaga langsung berjalan menuju ruang transit yang berada di lantai 2 hotel.

Dia sempat bertemu dengan beberapa penyandang disabilitas. Mereka kemudian berbincang sambil menunggu debat dimulai.



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads