Menag soal Aksi 112: Jangan Disusupi Kepentingan

Menag soal Aksi 112: Jangan Disusupi Kepentingan

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 10 Feb 2017 17:51 WIB
Menag soal Aksi 112:  Jangan Disusupi Kepentingan
Menag Lukman Hakim Saifuddin (Andhika Prasetya/detikcom)
Banyumas - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pemerintah menghargai keputusan aksi 11 Februari 2017 (112) di Jakarta tanpa mengadakan jalan kaki bersama (long march) karena long march rawan dan mudah disusupi berbagai kepentingan.

"Pemerintah menghargai menghormati keputusan bahwa tidak akan ada long march, karena long march memang rawan, bisa disusupi banyak kepentingan, jadi itu ditiadakan. Lalu kemudian yang saya dengar mereka akan berkumpul di Masjid Istiqlal untuk hanya berdoa dan berzikir," kata dia setelah menyampaikan orasi budaya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017).

Menurut dia, peserta aksi 112 yang datang ke Jakarta nantinya hanya akan melakukan zikir dan pembacaan doa-doa, bukan melakukan orasi-orasi yang bisa menimbulkan keresahan atau kerisauan di antara jemaah yang memang berbeda-berbeda, tidak hanya paham keagamaannya, tapi juga aspirasi politiknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mudah-mudahan besok bisa berjalan dengan baik seperti yang sudah dijanjikan bahwa mereka hanya akan melaksanakan doa dan zikir bersama," ujarnya.

Dia menjelaskan imbauan kepada peserta aksi 112 juga sudah disampaikan oleh para tokoh, seperti Ketua Umum MUI, PBNU, dan Ketua Umum Muhammadiyah, agar tidak mengerahkan massa ke Jakarta.

"Saya pikir sudah jelas ya, imbauan dari KH Maruf Amin selaku Ketua Umum MUI dan Rais Aam PBNU, lalu Pak Haedar Nashir selaku Ketua Umum Muhammadiyah. Itu jelas mengatakan tidak perlu mengerahkan massa ke Jakarta untuk hal seperti itu, cukup berdoa di tempat masing-masing," ujarnya.



(arb/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads